Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Sore: Istri dari Masa Depan karya penulis dan sutradara Yandy Laurens tayang di bioskop mulai hari ini. Mengisahkan Sore (Sheila Dara) istri dari Jonathan (Dion Wiyoko) yang datang dari masa depan untuk mengubah Jo menjadi lebih baik.
Dalam menggarap film Sore, Yandy Laurens banyak terinspirasi dari musik. Bahkan sebelum mulai menulis, biasanya Yandy sudah mulai mengumpulkan lagu-lagu yang secara emosi terasa dekat dengan cerita.
“Saya bikin playlist kolaboratif di Spotify bareng produser, isinya lagu-lagu yang mewakili suasana film yang lagi kami garap. Ketika lagu yang tepat ketemu dengan momen yang tepat dalam cerita, dampaknya sungguh luar biasa. Makanya, saya sangat bersyukur sama para musisi yang karyanya jadi “wadah” buat saya untuk mengelaborasi dan mempertegas cerita yang ingin saya sampaikan,” kata Yandy Laurens dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis, (10/7).
Biasanya, Yandy mulai dari dua atau tiga lagu yang bisa menangkap nuansa cerita. Untuk film Sore: Istri dari Masa Depan, lagu pertama yang masuk itu Gaze dan Forget Jakarta dari Adhitia Sofyan. Kedua lagu tersebut, juga menjadi OST film Sore.
“Tapi seiring berjalannya waktu, playlist itu berkembang. Kadang, algoritma Spotify justru yang membawa saya ke lagu-lagu yang enggak terduga dan ternyata ketika disandingkan dengan jalan cerita, jadi sangat menarik, misalnya Terbuang Dalam Waktu dan Pancarona dari Barasuara,” sambung Yandy.
“Walaupun tidak semua momen di film terinspirasi dari lagu, namun ada kekuatan musik yang membantu saya mengembangkan cerita. Saya ingat waktu itu lagi di kantor waktu masa pandemi, sedang nulis bagian tengah cerita, lalu tiba-tiba Pancarona terputar. Saya langsung berhenti nulis, terus baca liriknya, dan ternyata itu persis banget sama yang saya cari. Rasa ragu, bingung, dan abu-abu secara emosi itu semua mewakili semangat Sore,” kata Yandy tentang lagu Pancarona dari Barasuara yang juga menjadi OST film.
“Lagu itu langsung saya masukin ke naskah, lengkap dengan timecode dan visual yang akan menyertainya. Kemudian, ada pula lagu Terbuang dalam Waktu yang bikin saya langsung kepikiran bagaimana satu adegan dalam film bisa tumbuh lebih kuat dan emosional,” ujar Yandy.
Bagi kamu yang juga sudah menyaksikan film Sore: Istri dari Masa Depan, juga bisa mendengarkan daftar lagu yang ada di film dan yang menginspirasi film tersebut di Spotify. (H-2)
Beberapa judul yang menjadi sorotan utama di antaranya kisah romantis Sore: Istri dari Masa Depan yang menampilkan chemistry antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara, serta film Tinggal Meninggal
Dalam putaran nominasi, anggota Academy dari semua cabang diundang untuk memilih ikut berpartisipasi dan harus menonton semua 15 film yang masuk shortlist untuk memberikan suara
FILM Sore: Istri dari Masa Depan resmi melangkah ke kancah internasional. Terpilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di ajang The 98th Academy Awards
Best International Film Festival 98th The Academy Awards, film Sore: Istri dari Masa Depan akan melakukan serangkaian pemutaran film di Los Angeles dan New York City, Amerika Serikat.
Grup musik Barasuara mengaku merasakan momen viral ketika lagu mereka berjudul Pancarona dan Terbuang Dalam Waktu hadir di film Sore: Istri dari Masa Depan.
"Sore: Istri Dari Masa Depan terpilih menjadi perwakilan film Indonesia untuk Best International Feature Oscar 2026,"
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved