Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BOYBAND asal Jepang One Or Eight resmi mengeluarkan single terbaru mereka berjudul 365, yang sekaligus merupakan single pertama mereka bersama Atlantic Music Group.
Pengumuman ini telah mendapatkan sambutan antusias dari para penggemar mereka di media sosial, saat mereka menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kebanggaan nasional dan langkah besar One Or Eight menuju panggung global, terlebih lagi mengingat faktanya grup ini baru resmi debut kurang dari satu tahun yang lalu.
Single 365 menghadirkan warna musik yang emosional sekaligus jujur, dengan lirik yang menyentuh soal keinginan untuk selalu hadir di sisi orang yang dicintai, setiap hari sepanjang tahun.
Lagu ini ditulis bersama Nasri, penulis lagu peraih Grammy Awards yang dikenal atas kontribusinya dalam lagu-lagu ternama milik Justin Bieber.
Single 365 juga ditujukan sebagai lagu tribut untuk para penggemar One Or Eight, 1DERZ, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga ikatan yang telah terbangun sejak awal perjalanan musik mereka.
"365 adalah lagu cinta pertama kami, dan kami ingin menangkap perasaan saat kita terus memikirkan seseorang yang spesial. Judul lagu ini juga terinspirasi dari durasi audisi WARPs DIG yang merupakan titik awal perjalanan kami sebagai grup. Lewat lagu ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami yang tulus untuk 1DERZ, yang telah menyemangati kami sepanjang tahun ini dan menciptakan begitu banyak momen tak terlupakan," ungkap personel One Or Eight, Reia.
Sementara Nasri mengaku senang lagunya dipilih oleh One Or Eight.
"Aku sangat senang ketika tahu bahwa One Or Eight memilih lagu 365, yang kutulis bersama sahabatku, Noah. Lagu ini terasa sangat pas untuk mereka, dan aku harap para penggemar mereka menyukainya sama seperti kami. Selama beberapa tahun terakhir, aku pernah beberapa kali menghabiskan waktu di Jepang bersama band-ku, MAGIC!, tampil di berbagai pertunjukan dan sekarang, aku punya teman-teman baru di salah satu tempat favoritku di dunia," kata Nasri.
Bersamaan dengan perilisan single 365, One Or Eight juga merilis video klip romantis yang mengkilas balik emosi tentang setiap momen selama 365 hari yang dihabiskan untuk memikirkan seseorang yang dicintai dan segala perasaan yang dibagi bersama.
Dengan latar yang menyentuh, video ini merangkai kenangan akan cinta dan waktu yang dilalui bersama ke dalam sebuah narasi sinematik. Video musik ini disutradarai oleh Osrin, salah satu talenta kreatif terkemuka di Jepang dan anggota pendiri label kreatif Perimetron, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan musisi ternama seperti King Gnu, millennium parade, Mr. Children, dan GLAY.
"Selama proses pengerjaan MV 365, aku melihat sisi dari mereka yang kasar, tak terduga, konyol, dan penuh canda, tapi juga sangat tulus. Aku kumpulkan semua bagian favoritku dan menyatukannya. Ketika selesai, aku justru jadi menyayangi mereka satu per satu," ungkap Osrin (Perimetron) tentang pengalamannya menyutradarai video ini. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved