Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI populer Indonesia, Vidi Aldiano, membagikan perkembangan terkini mengenai kondisi kesehatannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @vidialdiano. Vidi mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sedang menjalani pengobatan lanjutan di Penang, Malaysia, setelah sebelumnya berjuang melawan kanker ginjal stadium 3 sejak akhir 2019.
Vidi pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada 2019 dan menjalani operasi pengangkatan kanker di Singapura. Setelah operasi, ia menjalani serangkaian kemoterapi dan imunoterapi sebagai bagian dari proses penyembuhannya.
Dalam video tersebut, Vidi menjelaskan bahwa ia kini kembali menjalani pengobatan intensif di Malaysia karena obat yang dibutuhkannya tidak tersedia di Indonesia.
“Obat yang sekarang digunakan adalah obat yang sama saat aku pertama kali didiagnosa di Singapura. Karena obat ini belum masuk ke Indonesia, aku harus menjalani perawatan di Penang,” jelasnya.
Pada Desember 2024, kondisi Vidi masih relatif stabil. Ia menyebut hasilnya sebagai “win some, lose some”, di mana beberapa bagian kanker membesar namun ada juga yang mengecil. Namun, hasil pemindaian terbaru yang dilakukan pada April 2025 setelah Lebaran justru menunjukkan perkembangan yang kurang baik. Hal tersebut sempat membuat Vidi terpukul secara mental.
“Beberapa bulan ini aku mencoba memproses apa yang terjadi dengan tubuhku. Ternyata perjalanannya belum menjadi makin mudah,” ungkap Vidi dalam video yang diunggah pada Kamis, 12 Juni 2025. Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari keluarga, sahabat, dan para penggemar sangat membantunya untuk tetap semangat.
Suami dari aktris Sheila Dara ini tetap optimis dalam menghadapi ujian yang ia alami. “Aku percaya Tuhan kasih cobaan yang bisa aku lewati. Insya Allah,” ujar Vidi penuh keyakinan. (Z-10)
Studi terbaru mengungkap obat diabetes seperti Metformin dan GLP-1 berpotensi memengaruhi sel kanker. Simak penjelasan ahli mengenai peluang pengobatan kanker masa depan.
Peneliti MIT dan Stanford kembangkan molekul AbLecs untuk menghancurkan sel kanker dengan menargetkan molekul gula (glikan) yang selama ini menghambat sistem imun.
MENGATASI kecemasan dalam proses pengobatan kanker bukan hanya merupakan pekerjaan rumah bagi individu dan komunitas penyintas yang memberi pendampingan bagi penderita.
Ilmuwan kembangkan terapi kanker inovatif pakai cahaya LED dan serpihan timah mikroskopis. Lebih aman, terjangkau, dan tanpa merusak sel sehat.
Peneliti temukan metode bernama histotripsy, yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghancurkan jaringan kanker tanpa pembedahan.
Cancer Information and Support Center Association (CISC) menilai pencegahan dan penanganan kanker di Indonesia masih menemukan tantangan.
Malaysia diperkirakan telah mengalami kerugian hingga RM277 miliar (sekitar Rp1.154 triliun) akibat kejahatan keuangan yang melibatkan pencurian dan kebocoran dana publik.
PERUSAHAAN robotika asal Tiongkok yang berfokus pada embodied intelligence, Agibot, akan memperluas pasar di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2026.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL) mulai 1 Januari 2026 memberlakukan denda hingga RM2.000 atau Rp8,3 juta bagi warga maupun wisatawan yang membuang sampah atau meludah sembarangan.
Muhyiddin Yassin dan Azmin Ali mundur dari kepemimpinan Perikatan Nasional mulai 1 Jan 2026. Krisis internal dan gejolak di Perlis guncang koalisi oposisi.
Layanan kereta cepat Whoosh semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi pilihan wisatawan mancanegara, khususnya asal Malaysia, selama momen libur Nataru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved