Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Nadhif Basalamah kembali menghadirkan lagu baru di 2025 bertajuk Masih Ada Waktunya karya yang menjadi ucapan sayangnya untuk sang ibu.
Melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (25/4), Nadhif menyebutkan single ini disiapkan menjadi bagian dari rangkaian album selanjutnya yang akan datang Nadhif: Laman Berikutnya.
Masih Ada Waktunya akan bersanding dengan lima lagu tambahan di album tersebut termasuk bersama satu single yang telah dirilis di awal 2025 yaitu Bergema Sampai Selamanya.
Membahas proses kreatif dari Masih Ada Waktunya, lagu ini dikerjakan Nadhif bersama Petra Sihombing sebagai produser dan rekan menulis.
Kehadiran Petra dinilai memperkuat emosi dalam lagu ini melalui aransemen musik yang hangat, jujur, dan menyentuh. Sebuah ciri khas yang
selalu Nadhif tawarkan dalam karya-karyanya.
"Lagu ini kutulis di rumah temanku, Petra Sihombing. Pada saat itu, aku dipertemukan dengan para perempuan hebat. Aku bertemu dengan
ibunya Petra dan managernya, yakni Resti Suntoso yang sama-sama seorang ibu," kisah Nadhif mengenai latar belakang terbentuknya lagu ini.
Ia kemudian menambahkan, "Kami berbincang tentang bagaimana pandangan seorang ibu terhadap anak-anaknya yang kemudian membuatku kagum."
Rasa kagum terhadap sosok ibu dalam kehidupan setiap anaknya akhirnya menjadi dasar yang diolah oleh Nadhif menjadi sebuah karya yang penuh penghormatan dan dipersembahkan untuk semua sosok Ibu, perempuan yang selalu kuat, penuh kasih, dan tak pernah berhenti mendoakan anaknya.
Masih Ada Waktunya sudah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform di Indonesia. (Ant/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved