Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM drama keluarga Mungkin Kita Perlu Waktu, yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja, telah merilis poster resmi pada 24 Maret 2025. Diproduksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures, film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2025.
Film berdurasi 98 menit ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang berjuang menghadapi trauma setelah kehilangan anak perempuan mereka, Sarah (Naura Hakim), akibat kecelakaan.
Cerita berfokus pada Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel), yang masing-masing berjuang dengan cara mereka sendiri untuk mengatasi kesedihan.
Setelah kehilangan Sarah, hubungan dalam keluarga tersebut semakin memburuk. Ombak mengalami depresi dan mencari kebahagiaan di luar rumah dengan kehadiran Aleiqa (Tissa Biani).
Sementara itu, Kasih menyimpan amarah terhadap peristiwa tersebut dan bersikeras ingin pergi umroh, sedangkan Restu berusaha menolak terjebak dalam kesedihan dan mencari bantuan psikolog, Nana (Asri Welas).
Lukman Sardi, yang juga bertindak sebagai Produser Eksekutif, menekankan bahwa film ini sangat relevan dengan dinamika keluarga di sekitar kita.
“Film ini mencerminkan banyak realita dalam keluarga, yang sering kali tampak utuh dari luar tetapi di dalamnya banyak masalah yang perlu diurai, dan bagaimana keluarga itu deal with the trauma,” ujarnya.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan film ini menggambarkan realita bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
"Kami tidak memberikan label benar atau salah pada karakter-karakter ini. Penonton akan diajak menyelami perjalanan emosional tiap karakter yang kompleks," ungkapnya.
Film Mungkin Kita Perlu Waktu, sebelumnya, tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada Desember 2024. Film tersebut mendapatkan respon positif dari penonton. Produser eksekutif Ricky Wijaya mengungkapkan antusiasmenya untuk segera mempertemukan film ini dengan penonton yang lebih luas.
Film ini diproduksi oleh Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures. (Z-1)
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Film 12 Mile ini menyoroti sosok mendiang Mochtar Kusumaatmadja yang menjadi arsitek utama di balik konsep Wawasan Nusantara.
Selain Song Ji-hyo, Accidental Chef dikabarkan tengah mengincar sejumlah nama besar untuk melengkapi jajaran pemain.
Mark Ruffalo menekankan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meninggalkan peran Hulk, yang telah ia mainkan sejak 2012.
Aming diperkenalkan sebagai pemeran karakter bernama Tokek, seorang narapidana dengan latar belakang yang kompleks.
Ayu Laksmi mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih kreatif dalam menjalin komunikasi dengan kerabat saat Lebaran.
Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop.
Kehadiran cuplikan film The Devil Wears Prada 2 di YouTube pada Senin (2/2) langsung memicu antusiasme global, meraup hingga 4,2 juta penayangan hanya dalam waktu 13 jam pertama.
FILM Sunda Emperor merilis cuplikan perdana dan mengumumkan jajaran pemain, menghadirkan kisah yang dekat dengan budaya Sunda, itu adalah karya perdana rumah produksi Sapawave Films
Secara naratif, film Return to Silent Hill akan berpusat pada tokoh bernama James. Hidup James seolah berhenti berputar sejak ia kehilangan cinta sejatinya, Mary.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved