Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Australia, Grentperez, merilis single Movie Scene, yang merupakan single keempat dari album perdananya, Backflips in a Restaurant, yang siap dirilis pada 28 Maret 2025 lewat Fast Friends dan AWAL.
Seperti single-single Grentperez sebelumnya, Movie Scene dirilis bersamaan dengan sebuah video musik yang terus menunjukkan proses evolusi dari sisi kreatifnya.
Sejumlah referensi dari film-film populer seperti Forrest Gump dan Titanic ditampilkan di video musik Movie Scene, yang sekaligus menjadi momen Grentperez memamerkan kepribadiannya yang nyeleneh dan estetik yang edgy.
Melodi-melodi menghanyutkan dan ritme dinamis khas Grentperez yang telah memenangkan hati para penikmat musiknya secara global sejak single Cherry Wine dapat kita dengar sepanjang Movie Scene.
Perpaduan beragam genre dapat kita dengar di lagu terbarunya termasuk R&B, soft pop, dan nuansa alternatif khas grentperez.
Movie Scene dirilis setelah single Dandelion, Januari lalu, yang disambut hangat oleh para penikmat musiknya dan banyak publikasi ternama. Perilisan Movie Scene menjadi kepingan baru dari era grentperez terbaru saat ini.
"Aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan bereksperimen dengan warna musik yang aku selalu suka tapi belum pernah aku tulis. Hasilnya adalah Movie Scene yang mengingatkan aku dengan R&B 2000-an dari Lupe Fiasco atau Usher, ada bagian yang terinspirasi dari How I Breath'-nya Mario, sebuah lagu yang sering aku dengarkan sewaktu tumbuh dewasa," ujar Grentperez.
"Movie Scene membahas tentang momen kita melihat orang yang kita taksir dan kita mencoba untuk mengajak mereka berkencan, semuanya dibungkus lewat beberapa referensi film-film klasik seperti Titanic, Spider-Man, Dirty Dancing, etc. Aku suka film. Aku musik. Lagu ini adalah kombinasi keduanya," lanjutnya.
Album Backflips in a Restaurant siap dirilis setelah sederet proyek musik yang telah dibagikan oleh penyanyi Australia keturunan Filipina berumur 23 tahun ini sejak ia melakukan debut pada 2021.
Menampilkan 13 lagu, album perdana Grentperez menjadi playground-nya untuk "memasak" banyak menu makanan yang berbeda-beda, namun tetap dapat dinikmati oleh semua pendengar musiknya.
Pada September 2023 lalu, Grentperez menghibur penggemarnya di Indonesia untuk pertama kalinya saat ia tampil di festival musik Soundrenaline 2023 yang turut menampilkan Thirty Seconds to Mars, Lauv, dan Kodaline. (Z-1)
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved