Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pada September 2024 merilis single debutnya, 321 (I’m Callin), pemyanyi bernama Cecil Yang siap mengawali 2025 dengan kembali meramaikan belantika musik hip-hop Indonesia lewat single keduanya,“Is It Love?.
Dengan lirik yang ia tulis sendiri, rapper perempuan kelahiran 12 November 1998 itu juga dibantu Gamaliel Abram Pradipta untuk bagian musik.
Menurut Cecil, Is It Love? terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang sering mempertanyakan sikap orang terdekatnya.
“Kalau diibaratkan, mungkin aku seperti bertanya kepada mereka: jadi, sebenarnya kamu itu beneran sayang, cinta, dan peduli sama aku atau cuma nyari aku di saat sedang butuh aja? Jadi, lagu ini seperti pelampiasan dari pertanyaan-pertanyaan yang selalu berputar di kepalaku,” jelas Cecil.
Tidak cuma pasangan, pemilik nama lengkap Novi Christiany Yang ini juga merasa temannya sering kali bersikap seperti itu juga.
“Kadang kita punya kan teman yang suka nge-chat saat sedang butuh, lagi sedih, atau kesepian. Tapi, begitu lagi senang, kita ditinggal. Jadi, bisa dibilang, pasangan dan teman seperti inilah yang “membantu” aku menciptakan lagu Is It Love?," ucapnya.
Untuk mewakili gambaran tema lagunya, Cecil memilih tiga kata: hubungan, bingung, dan rasa percaya diri.
“Ini adalah titik saat kita merasa sudah lelah dengan semuanya dan lebih memilih untuk percaya pada diri sendiri daripada percaya dengan orang lain dan mulai menjaga jarak karena hanya dicari kalau butuh aja,” ungkap Cecil.
Cecil, yang didukung Asics, rupanya tidak butuh waktu lama untuk mengerjakan lirik single kedua karena kesukaannya menuliskan pengalaman pribadi atau yang ia sebut dengan journaling.
Hanya butuh satu hari untuk menciptakan lirik yang menurutnya pas, kemudian disambung dengan proses pengerjaan single, seperti recording, mixing, hingga akhirnya siap rilis pada Januari 2025, semua itu diungkapkannya memakan waktu sekitar dua sampai tiga bulan.
Salah satu hal menarik di single terbarunya ini, Cecil juga berkolaborasi dengan Asics dalam pembuatan video musik untuk lagu Is It Love?.
Dalam video ini, Asics menghadirkan sejumlah penari kontemporer yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan mereka, memperkaya visual karya ini dengan gerakan yang dinamis dan artistik serta menghadirkan keseruan yang harmonis antara musik dan mode.
Single terbaru Cecil Yang, Is It Love? bisa didengarkan di platform musik digital mulai 31 Januari dan video musiknya bisa ditonton di platform Youtube mulai 1 Februari 2025. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved