Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu asal Inggris, Elliot James Reay, menyapa para penggemarnya di Indonesia dalam sebuah pertunjukan tunggal yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (28/1) alam.
Kepada para penonton pertunjukannya, Reay memperkenalkan diri sebagai 'Bang Elliot', menggunakan kata dalam bahasa Indonesia yang baru saja ia pelajari.
"Hi, my name is Bang Elliot," kata penyanyi dengan potongan rambut ala Elvis Presley itu.
Para penonton sontak bersorak ketika sang penyanyi memperkenalkan diri menggunakan kata dalam bahasa Indonesia di panggung.
Sebagian dari mereka ada yang tertawa dan mengabadikan momen itu menggunakan gawai.
Setelah menyapa penggemar, Elliot menceritakan pengalamannya selama berada di Indonesia.
Dia menyebutkan beberapa makanan Indonesia yang sudah dia coba, termasuk camilan manis jagung-susu-keju atau jasuke.
"Ada satu hidangan spesifik yang saya coba, yaitu susu kental manis, keju, dan jagung manis," kata Elliot, yang merupakan penyuka keju.
Meskipun tidak menyukai makanan pedas, Elliot juga mencicipi nasi goreng dan sate ayam.
Setelah sesi bincang-bincang hangat, Elliot menyanyikan lagu-lagu yang telah dia rilis maupun yang belum dirilis.
Dengan lantunan vokal ala Elvis Presley dan iringan musik bernuansa pop 1950-an, dia menghipnotis penonton dalam pertunjukan intim yang digelar di salah satu bar di Jakarta Selatan itu.
Dalam konser mini itu, dia total membawakan enam lagu termasuk Boy in Love dan lagu Elvis Presley, yang bertajuk Heartbreak Hotel.
Ia juga menyanyikan tiga lagu yang belum rilis, yakni I Can't Stay Away, Sweetness, dan Daydream.
Elliot menutup penampilannya dengan membawakan I Think They Call This Love, lagu yang viral di media sosial dan melambungkan namanya.
Setelah selesai bernyanyi, musisi dari Manchester itu mengucapkan terima kasih kepada para penonton dan berfoto bersama dengan para
penggemar. (Ant/Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Konser ini bagian rangkaian Gems World Tour 2026 yang menyambangi 21 kota dunia sebelum ditutup di Amsterdam, Belanda.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
Jakarta Concert Orchestra (JCO) kembali membuktikan daya tarik musik anime di panggung orkestra melalui konser bertajuk an Anime Symphony: Re-Awakening.
Diboyong oleh Singapore Street Festival yang bekerja sama dengan 54 Entertainment, konser ini menawarkan cara baru menikmati petualangan pertama Harry Potter di layar lebar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved