Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH merilis Dumb Ass Pop Song, yang menjadi single sorotan pada akhir tahun lalu, kuartet emogaze asal Bali, Milledenials, kembali hadir dengan single terbaru mereka berjudul Daisies.
Lagu ini resmi dirilis oleh Silver Records pada Jumat (24/1) sebagai bagian dari rangkaian menuju album mini It's Terrifying and It's a Shame yang dijadwalkan meluncur bulan depan.
Band yang digawangi Nadya Narita (vokal), Made Krisna (gitar dan vokal), Billy Sukmono (bass), dan Bagus Aditya (gitar) ini mempersembahkan Daisies sebagai eksplorasi emosional yang berbeda dari materi sebelumnya. Kali ini, tema kebingungan dan kesendirian menjadi inti cerita.
"Lagu ini bercerita tentang kebingungan individu yang merasa dirinya terjebak di tempat yang sama, seolah hidupnya tidak berwarna," jelas Made Aditya. "Individu itu merasa capek dengan sekelilingnya dan berharap fase ini akan segera berakhir. Ia berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkannya dari kesendirian dan kebingungannya."
Yang menarik, peran vokalis utama dalam lagu ini berpindah dari Nadya Narita ke Made Krisna setelah melalui beberapa kali proses jamming.
"Awalnya, lagu ini direncanakan dinyanyikan oleh Nadya," kata Made. "Tapi setelah beberapa kali kami coba, Nadya merasa ada bagian yang kurang cocok dengan suaranya. Ia kemudian mengusulkan agar saya yang menyanyikan lagu ini. Di akhir lagu, kami menambahkan harmoni vokal Nadya dan Bagus untuk melengkapinya."
Dari segi musikalitas, Daisies menampilkan eksplorasi baru Milledenials. Terinspirasi oleh ragam musik slowcore dan shoegaze, lagu ini lahir dari tulisan yang dibuat setelah tur ketiga band tersebut.
"Kami mulai dengan merespons tulisan itu menggunakan gitar, lalu perlahan melibatkan alat musik lainnya," tambah Made. "Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengeksplorasi genre yang belum pernah kami coba sebelumnya."
Selain perilisan single ini, Milledenials juga tengah mempersiapkan berbagai aktivitas promosi untuk EP terbaru mereka.
"Untuk promosi, kami akan meluncurkan beberapa merchandise eksklusif yang berkaitan dengan EP It's Terrifying and It's a Shame. Jadi, tunggu saja kejutan-kejutan kami berikutnya," ungkap Bagus Aditya.
Daisies kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved