Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KREATOR konten dan penyanyi Sara Wijayanto berbagi cerita tentang proses pembuatan lagu terbarunya, Mimpi, yang sudah bisa didengarkan melalui platform digital sejak Desember 2024.
Sara menjelaskan proses pembuatan lagu yang berkolaborasi dengan pianis grup band Noah, David, ini memerlukan waktu sekitar satu tahun sampai akhirnya bisa dirilis.
"Itu tahun 2022 akhir tuh, nggak tahu kenapa si lagu Mimpi itu dia kayak nge-hook, mungkin dia merasa isi dari lirik yang sudah ditulis dia relate, jadi kita sempurnakan akhirnya ngalir aja gitu, kita workshop panjang itu setahunan bikin lagunya," jelas Sara, Selasa (21/1).
Sara, yang mengaku sudah hobi menulis lirik lagu sejak 2009, mengatakan sebelumnya tidak berniat serius menjadikan lagu Mimpi untuk diluncurkan atau bekerja sama dengan musisi.
Namun, pertemuannya dengan David Noah membuat Sara terpacu untuk bisa menjadikan hobi bernyanyinya bisa didengar oleh khalayak luas.
Ia mengatakan bekerja sama dengan David membuatnya bisa eksplorasi lebih jauh soal pembuatan lirik dan meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi.
Ia mengatakan lagu ini menceritakan tentang past life connection, saat jalinan hubungan yang bisa saja terjadi di masa lalu, bertemu kembali di masa sekarang namun hanya lewat mimpi.
Hubungan tersebut tidak hanya tentang pasangan atau percintaan, namun juga bisa masuk pada kehidupan persahabatan atau hubungan keluarga.
Sara juga mengatakan kolaborasinya dengan David tidak hanya tentang musik namun juga membantunya menyempurnakan lirik lagu yang membuatnya sedikit kewalahan dan banyak argumentasi sampai akhirnya jadi sebuah lirik yang indah.
Salah satunya ada pada satu lirik 'Walau hanya di dalam mimpi' diubah David menjadi 'bukan hanya di dalam mimpi' membutuhkan perdebatan lama dan pengambilan vokal berkali-kali hingga membuatnya menangis.
"Selama setahun itu, kita ada argumentasi antara aku sama David, awalnya itu kan menurutku ini cuman di mimpi saja, menurut David kenapa sih gak dikasih hope, kenapa cuman pasrah aja dalam mimpi, itu perdebatannya lama, ganti lirik itu doang aja perdebatan, aku nangis pas retake itu," kenang Sara.
Ia berharap dari lagunya tersebut Sara bisa mencurahkan isi hatinya dan bisa dirasakan kepada pendengarnya tentang perasaan yang tidak bisa tersampaikan.
Setelah merilis lagu Mimpi, istri dari pesulap Demian itu mengatakan ke depannya akan memproduksi kembali tiga lagu yang sudah siap
untuk direkam, yang salah satunya akan kembali berkolaborasi, kali ini dengan vokalis Tanah Air yang masih belum bisa di sebutkan namanya. (Ant/Z-1)
Gerakan #CantikituAku dari Melanie Subono ingin sedikit menyadarkan agar mulai menjaga mata, mulut, hati dan pikiran dan tidak menstandarisasi orang lain atasnya.
Ceritanya bukan hanya menampilkan kisah supranatural, tetapi juga menggambarkan perjuangan serta kekompakan anak muda dalam menghadapi masalah keluarga, pertemanan, akademik
Sara Wijayanto mengatakan biasanya berjalan kaki di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta pada sore hari sekitar pukul tiga atau empat dengan batas waktu sekitar satu jam.
Lagu Mimpi merupakan karya ciptaan yang mendalam dan penuh makna, terinspirasi dari pengalaman pribadi Sara Wijayanto tentang cinta tidak terbalas dan perjuangan untuk melupakan.
Santet Segoro Pitu akan tayang mulai 7 November 2024 di bioskop.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved