Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA perfilman Indonesia kembali meluncurkan karya terbaru di awal 2025. Sebuah film berjudul Lyora: Penantian Buah Hati dijadwalkan akan segera memulai proses syuting pada 18 Januari 2025.
Film ini diadaptasi dari novel berjudul Lyora: Keajaiban yang Dinanti karya Fenty Effendy. Novel tersebut mengangkat kisah perjuangan nyata Meutya Hafid, yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Menkomdigi), bersama suaminya, Fajrie, dalam menantikan buah hati.
Film bergenre drama keluarga ini disutradarai Pritagita Arianegara, dan diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro.
Robert Ronny, selaku produser, menceritakan awal mula tercetusnya kisah ini untuk dijadikan film.
"Saya sudah mengetahui cerita tentang Lyora sejak lama, karena Meutya adalah sahabat istri saya. Namun, ide mengadaptasinya ke layar lebar baru muncul setelah novelnya diterbitkan dan mendapat perhatian luas. Kisah ini sangat kuat dan inspiratif, sehingga kami merasa ini adalah cerita yang tepat untuk difilmkan," ungkap produser Robert Ronny dalam acara kick off film Lyora: Penantian Buah Hati, Jumat (17/1) di International Design School, Jakarta.
Film Lyora: Penantian Buah Hati mengisahkan perjalanan politisi Meutya dan Fajrie dalam mendapatkan anak melalui program bayi tabung.
Meutya, yang kala itu menjabat sebagai ketua komisi I DPR RI, harus menghadapi tiga kali keguguran dalam satu tahun sebelum akhirnya berhasil di usia 44 tahun.
Film ini menyentuh berbagai aspek, mulai dari penantian hingga perjuangan mental seorang wanita dalam menjalani program kehamilan.
Marsha Timothy, pemeran Meutya Hafid, mengaku merasa terhormat saat diberi tawaran untuk memerankan sosok perempuan inspiratif tersebut.
"Saya merasa terhormat saat dipercaya memerankan sosok perempuan hebat Indonesia, Ibu Meutya Hafid. Saya tahu beliau adalah sosok pekerja keras yang tetap lembut dan penuh kasih terhadap keluarganya, termasuk Lyora, sang buah hatinya," ujarnya
Marsha juga turut menambahkan rasa gembiranya saat memerankan sosok wanita inspiratif.
"Selama bermain film saya selalu senang saat memerankan sosok wanita inspiratif, karena tidak hanya memberikan pengalaman mendewasakan diri, tetapi juga membuka wawasan baru," ungkap Marsha.
Sementara itu, Darius Sinathrya, yang memerankan Fajrie, suami Meutya Hafid, mengatakan film Lyora memberikan makna tentang kegigihan dari pasangan yang menantikan buah hati mereka.
“Kisah perjuangan Ibu Meutya Hafid dan Mas Fajrie dalam menantikan anak mereka, Lyora, sangat dekat dengan realita masyarakat kita. Meskipun saya belum sempat bertemu langsung, namun dari film ini saya belajar arti kegigihan, dan sebagai suami kita memang harus senantiasa memberikan dukungan pada istri bagaimana situasi dan kondisinya", ujar Darius Sinathrya.
Sutradara Pritagita Arianegara menambahkan bahwa film ini juga menyoroti tantangan mental dan finansial dalam program bayi tabung.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan ini tidak hanya tentang aspek biologis, tetapi juga menyangkut dukungan mental dari keluarga, sahabat, dan kesiapan finansial," ujarnya.
Selain Marsha Timothy dan Darius Sinathrya, film ini juga dibintangi oleh Widya Wati, Olga Lydia, Hannah Al Rashid, dan Aimee Saras.
Hannah Al Rashid, yang memerankan sahabat Meutya, berharap agar film ini tidak hanya menginspirasi banyak orang. Akan tetapi dapat juga membuka mata masyarakat dan pemerintah terkait biaya program bayi tabung.
“Mungkin dengan adanya film ini, pemerintah bisa mempertimbangkan kebijakan seperti subsidi untuk program bayi tabung. Bahkan memperluas cakupan asuransi kesehatan agar lebih banyak pasangan yang terbantu," harapnya.
Film yang diproduksi Paragon Picture dan Ideosource ini adalah pengingat bahwa anak bukan hanya tujuan hidup, tetapi juga doa dan harapan yang baik.
Kisah ini diharapkan memberikan semangat bagi banyak pasangan yang tengah berjuang untuk menjadi orangtua.
Film ini akan tayang pada 2025. (Z-1)
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Film 12 Mile ini menyoroti sosok mendiang Mochtar Kusumaatmadja yang menjadi arsitek utama di balik konsep Wawasan Nusantara.
Selain Song Ji-hyo, Accidental Chef dikabarkan tengah mengincar sejumlah nama besar untuk melengkapi jajaran pemain.
Mark Ruffalo menekankan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meninggalkan peran Hulk, yang telah ia mainkan sejak 2012.
Aming diperkenalkan sebagai pemeran karakter bernama Tokek, seorang narapidana dengan latar belakang yang kompleks.
Ayu Laksmi mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih kreatif dalam menjalin komunikasi dengan kerabat saat Lebaran.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) KIPP Tahun 2025.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Meutya Hafid mengatakan pemulihan layanan komunikasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kebutuhan warga dan koordinasi penanganan bencana tetap berjalan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved