Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI muda Adikara, setelah sukses mendulang pendengar lewat Primadona, kali ini, merilis single bertajuk Rindu dengan menggandeng solois perempuan kenamaan, Andien.
Single ini membawa nuansa era 80-an dan menjadi penting karena membuka babak baru Adikara sebagai musisi independen bersama label barunya bernama Pagoda Records.
"Di lagu Rindu, gue mencoba mengeksplorasi lagi taste bermusik gue, sejauh dan seluas apa sebenarnya. Dari segi sound, penulisan lirik, dan pastinya genrenya sendiri. Semenjak gue menjadi musisi independen, koridor gue berkarya rasanya semakin luas, bahkan rasanya seperti tidak ada batasan," kata Adikara dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/11).
Dari segi musikalitas, Rindu menghadirkan nuansa musik 80-an yang penuh energi dan dinamis.
Memuat bassline yang melodius, pola dan tempo drum yang mengingatkan kita pada lagu-lagu disko, lirik yang manis, dan vokal duet Adikara-Andien yang berpadu harmonis.
Semuanya bersatu padu secara alami tanpa adanya kesengajaan yang dibuat-buat membuat lagu ini benar-benar merealisasikan sisi eksploratif Adikara.
"Kebetulan waktu pengerjaan lagu ini, setahun terakhir itu emang lagi mendengarkan banget karya-karya Quincy Jones. Jadi, mungkin secara
pemilihan instrumen, atau gaya aransemen, secara tidak sadar terinspirasi era itu," kata pria kelahiran 2000 itu menelaah alasan terciptanya lagu ini.
Dalam hal memilih Andien sebagai kolaborator, Adikara merasa langkah tersebut hal yang tepat karena vokal Andien memberikan nyawa pada Rindu.
Kolaborasi ini juga spesial bagi Andien, peraih sembilan trofi AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards. Meski telah lama bermusik, Andien
mengaku belum pernah memiliki lagu dengan nuansa seperti Rindu.
"Kayak lagunya tuh feel good song banget. When I say feel good song itu benar-benar feel good song. Seperti setiap orang yang dengar tuh kayak ada perasaan nyaman. Terus kayak lagunya membuat melayang-layang gitu," kata Andien antusias.
Rindu menjadi single keempat Adikara sebagai musisi independen, setelah berturut-turut melepas Nirwana, Katakan Saja, dan Primadona.
Lagu Rindu sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform di Indonesia. (Ant/Z-1)
Melalui Manusia Favorit, Andien tidak sekadar bernyanyi; ia menuturkan cerita tentang orang-orang yang dinilai paling berarti dalam hidup.
SEMALAM, Sabtu, (15/11), Andien merampungkan hajatan kenduri 25 tahunnya bermusik melalui tajuk Konser Suarasmara. Ia memulai dari usia sangat belia, saat masih remaja.
ANDIEN akan merayakan 25 tahun perjalanannya bermusik lewat konser tunggal bertajuk Konser Suarasmara pada Sabtu malam ini, (15/11) di Istora Senayan, Jakarta.
Andien mengajak kedua putranya terlibat langsung dalam kegiatan plogging (memungut sampah sambil jogging) di area Car Free Day (CFD) Jakarta.
Konser Andien kali ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan juga mengusung misi mulia: keberlanjutan (sustainability) lingkungan dan pemberdayaan manusia.
Konser Suarasmara menjadi perayaan 25 tahun karier Andien dengan sentuhan seni, kolaborasi sosial, dan kepedulian lingkungan.
Melalui tur bertajuk Turn The Page in Asia, Sirup dijadwalkan menyambangi Seoul, Taipei, dan Bangkok pada musim panas ini.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved