Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI pop rock yang tengah naik daun, LØLØ, kembali dengan single terbarunya, Don't!. Bersamaan dengan itu, ia juga mengumumkan versi deluxe dari album perdananya Falling for Robots & Wishing I Was One.
Dengan memberikan sentuhan unik di atas musik alternatif klasik, Don't! mengukuhkan LØLØ sebagai artis Gen Z penting.
Dengan penulisan lirik yang sangat jujur dan penuh keberanian, Don't! memiliki sentuhan pop yang bergairah yang menggambarkan emosi pada situasi pascaputus cinta.
Dalam pencariannya akan pelarian di tengah lirik pop-punk yang nakal dan petikan gitar listrik yang kuat, LØLØ harus berdamai dengan menahan diri, sambil berteriak kepada dirinya sendiri.
Namun selain dari lagunya yang berapi-api, di satu sisi lagu ini juga menyentuh sisi kerentanan yang menyakitkan, saat LØLØ mencoba menenangkan dirinya dalam bagian bridge: "Is he hot or is he comfortable / Come on, honey, have some self-control."
"Don't! adalah lagu yang sangat menyenangkan untuk diteriakkan pada diri sendiri ketika kita memikirkan 'seseorang yang toxic, Ini adalah anthem untuk kesalahan yang mungkin kita lakukan jam 3 pagi saat mabuk dan kesepian, atau kapan saja kita membiarkan iblis di bahumu masuk ke pikiranmu. Momen canggung ketika kita berusaha keras untuk tidak memikirkannya, tetapi akhirnya menulis satu lagu penuh tentang itu... misi tidak berhasil!!" papar LØLØ.
Musim panas LØLØ dipenuhi dengan bernyanyi di atas panggung festival salah satunya menjadi rekan duet ketika Simple Plan membawakan I'm Just A Kid pada konser Avril Lavigne Greatest Hits Tour, serta menjalani tur keliling kota di Amerika Serikat bersama jxdn, seorang musisi revivalis pada skena pop-punk.
Selain itu, LØLØ juga telah menghiasi sampul majalah Rock Sound, Upset Magazine, dan Kerrang!, mendapatkan liputan tur dari AltPress, dan mempersembahkan versi baru dari lagu Green Day, Boulevard of Broken Dreams di situs resmi Grammy.
Sebagai bintang yang sedang naik daun di dunia pop-punk, LØLØ telah membuat kemajuan yang signifikan. Ia juga menjadi musisi yang membawakan lagu dari film hit Disney, Frozen Let It Go untuk kompilasi A Whole New Sound. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved