Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH merilis EP Honey pada Maret lalu, musisi Indie berdarah Korea Selatan (Korsel), Peach Luffe, akhirnya kembali dengan single baru, Just A Thread.
Dirilis melalui Nettwerk, lagu yang ceria ini menggabungkan alunan biola yang lembut dan disertai dengan beberapa instrumentasi dan elemen dari musik rock indie.
Selain merilis versi aslinya, Peach Luffe juga membagikan versi akustik dari single terbarunya, yang dari segi aransemennya, ia menonjolkan vokalnya yang ditemani oleh biolanya.
Baca juga : Camila Cabello Bocorkan Lagu Barunya, Godspeed
Just A Thread ditulis, diproduksi, sampai di-master oleh Jong Lee, dengan beberapa kontribusi dari anggota band Peach Luffe, Michael Friedman dan juga rekan kolaboratornya, Yifan Wu.
Jong Lee mengatakan, "Proses penggarapan lagu ini menyenangkan. Selama beberapa bulan terakhir, kami senang sekali bisa bereksperimen di studio dengan menjadikan biola sebagai instrumen utama dalam sebuah lagu pop indie yang bertempo cepat. Aku senang akhirnya bisa membagikan lagu ini kepada semua orang. Lagu ini bercerita tentang perasaan ketika sedang tidak merasa bahagia dengan keadaan diri kita sendiri. Seiring waktu, pasti ada momen di mana kita bisa mati rasa dan mempertanyakan bagaimana kita bisa kembali menjadi diri kita sendiri yang dulu."
Peach Luffe adalah visi dari Jong Lee, seorang pemain biola yang terlatih secara klasik yang lahir di Seoul, Korsel dan dibesarkan di Buffalo, New York, dan kini berbasis di Toronto, Kanada.
Baca juga : Dhira Bongs Rilis Single baru
Dikenal lewat musik pop khasnya yang dapat membuat orang terbuai dalam lamunan, Jong mengandalkan latar belakang pengetahuan musik klasiknya untuk membangun soundscape yang pada akhirnya berhasil memikat pendengar musiknya.
Peach Luffe dimulai sebagai proyek solo yang lahir dari kamar tidur Jong selama masa pandemi dan secara perlahan berkembang menjadi sebuah proyek musik yang serius.
EP pertama Peach Luffe, Shimmer, dirilis pada 2020, lalu album perdananya pada 2022 berjudul Everything is Peachy, hingga merilis 5 EP lainya termasuk Honey. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved