Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADA Film Malam Pencabut Nyawa (Respati), Sudharta Tata, tidak menyangka filmnya akan laris-manis di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2024. Tayang pada Senin (8/7) malam waktu Korea, tiket Respati langsung diburu dan sold out.
Kesuksesan Respati ini mengulangi kesuksesan film Tata lainnya, Ali Topan, yang diputar di Busan International Film Festival tahun lalu.
BIFAN adalah festival film internasional tahunan yang berfokus pada film-film genre fantasi, thriller, horor, dan misteri.
Baca juga : Possession: Kerasukan Raih Sukses di BIFAN 2024, Razka Robby Ertanto Tertantang Bikin Film Lagi
"Di luar dugaan ya, sangat di luar dugaan. Ini sebenarnya merupakan festival kedua saya di Korea sebelumnya di Busan. Dan ternyata apresiasi mereka (masyarakat Korea) sangat luar biasa. Jadi tentu senang banget ya," kata Tata ditemui di CGV Sopoong, Korea Selatan, Senin (8/7).
Kesuksesan Respati ini diakui Tata di luar ekspektasinya. Tayang dua hari di BIFAN, yakni 6 dan 10 Juli, pada dua pemutaran itu tiket film yang dibintangi Devano Danendra dan Keisya Levronka itu laris manis.
"Awalnya tuh sempat, aduh ini ada yang nonton gak ya, ada yang nonton gak ya. Maksudnya aku juga sampai ngecek di webnya gitu, ini ada yang nonton apa enggak, ternyata sold out, hari kedua juga sold out, jadi benar-benar melegakan dan membahagiakan," ujarnya.
Baca juga : Siksa Kubur Dapat Respon Positif di BIFAN 2024
Tidak hanya lewat penjualan tiket, Antusiasme para penonton yang didominasi masyarakat Korea Selatan juga terlihat pada sesi tanya jawab, saking antusiaanya masyarakat ingin bertanya, membuat sejumlah penanya tidak bisa bertanya karena waktu yang terbatas.
Ragam pertanyaan berkaitan film diberikan audience, mulai dari keaslian bunga nyai malam yang ada di film Respati, hingga mitos-mitos yang ada di Jogjakarta, lokasi yang menjadi latar belakang lokasi film respati.
"Selalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang anglenya tuh berbeda daripada pertanyaan-pertanyaan yang pernah aku dapatkan dari audiens Indonesia dan itu keren banget dan itu menarik banget sih," terang Tata.
"Sebenernya sesi tanya-jawab itu waktu yang cukup pendek ya, kalau kita mau ngomong sesuatu yang harusnya bisa diomongin secara berjam-jam gitu. Tapi sebenarnya kalau kita bicara soal mitos-mitos yang terjadi di Jogja itu tuh banyak sekali ragamnya gitu. Tapi paling nggak itu dulu sebagai buat pijakan," imbuhnya.
Di BIFAN 2024 ada tiga film Indonesia yang diputar dan sukses mendapat perhatian audience. Selain Respati, film Siksa Kubur milik Joko Anwar dan Possession : Kerasukan karya Razka Robby Ertanto juga tampil dalam festival film international tersebut. (Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Teror yang terjadi dalam film Waktu Maghrib bukan hanya disebabkan oleh makhluk halus, tetapi juga konsekuensi dari tindakan karakter-karakternya yang melanggar nilai-nilai dan norma.
"Kami menggarap cerita yang terinspirasi dari kisah nyata tentang kejahatan terstruktur dari sekelompok elit, kemudian digabung dengan cerita urban legend,”
Malam Pencabut Nyawa merupakan film horor yang kisahnya diadaptasi dari novel bertajuk Respati karya Ragil JP.
Film yang diangkat dari novel laris karya Teguh Esha yang populer pada era 1970-an itu bercerita tentang kisah asmara Ali Topan (Jefri Nichol), seorang pemuda dari keluarga berantakan.
Dalam teaser resmi, Ali Topan digambarkan sebagai pemuda yang menjalani kehidupan di jalanan Blok M dan Warung Seni bersama gengnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved