Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HEMPASAN gairah baru digulirkan kelompok musik asal Bandung, Ash-Shur, lewat perilisan single terbaru mereka bertajuk Ke Arah Awan.
Ash Shur, yang digawangi Andi William W (vokal, gitar) dan Galih Rizki Dwi (gitar) merilis Ke Arah Awan pada Jumat (14/6).
Ke Arah Awan menjadi eksplorasi baru Ash-Shur yang berbeda ketimbang rilisan sebelumnya. Pasalnya, Ke Arah Awan menjadi lagu dalam format bahasa Indonesia pertama sepanjang kehadiran mereka di kancah musik independen lokal, khususnya kota Bandung.
Baca juga : Katy Perry akan Rilis Single Woman's World pada 11 Juli
Meski masih mengusung palet rock psikedelik atau hard rock klasik, Ke Arah Awan memasukkan ornamen musikal lain yang lebih cerah, seperti pop bahkan soul.
Baca juga : Uap Widya Bawa Nuansa 80-an Lewat Last Right One
Ke Arah Awan merupakan refleksi elemen air terhadap langit dan awan. Sebuah pengingat diri agar tidak selalu tergesa-gesa dalam melakukan atau memutuskan sesuatu yang tengah dijalani.
“Ajakan untuk terus berjalan menuju apapun yang lagi dituju sih,” sebut Ash-Shur dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (19/6).
Ke Arah Awan digarap Ash-Shur sejak 2020, menindaklanjuti album perdana mereka yang sempat karam nasibnya akibat pagebluk covid-19.
Baca juga : Aldi Handaling Curhat Tentang Hidup di Single Aku Lelah, tapi Aku kan Kembali
Lantas, palet dan kreasinya langsung dikerjakan karena ada keuntungan 'mendekam' di kediaman masing-masing.
Kemudian ide terpancar dan dasar musikal mulai dipupuk kembali, apalagi Ash-Shur hanya menyisakan Andi dan Galih kala itu bahkan hingga kini.
Andi dan Galih bergotong royong satu sama lain sekaligus bertanggung jawab penuh dalam penulisan lagu hingga lirik single terbaru mereka.
Baca juga : Pawsicles Rilis Single Debut Orange tentang Perasaan yang tidak Terungkap
Tiga tahun berselang, lagu tersebut langsung mengalami penggodokkan di studio rekaman. Pengambilan instrumen gitar dan vokal dilakukan di Funhouse Studio dengan memercayakan Zoteng Kampret sebagai operator.
Sedangkan drum dikerjakan di Studio 12 dengan menggaet Diaz Guntara (Sheeka, Jaya Abadi) melibatkan operator Ikhsan Rizaldy.
Untuk format live panggung, mereka menggandeng Binta Fadillah (Pudar, Saturnumb, Galaxies) sebagai drummer. Zoteng Kampret juga dipercaya duo itu untuk mixing juga mastering. (Z-1)
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved