Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSAMAAN dengan memasuki usia baru pada 30 Mei, Nadhif Basalamah kembali menawarkan karya terbaru dengan menghadirkan sisi lain dari dirinya melalui single bertajuk Sesuatu sebagai rangkaian menuju album penuh perdananya pada Juni 2024 mendatang.
Single terbaru itu rilis pada 31 Mei 2024 dijadikan sebagai tanda pendewasaan Nadhif dalam berproses pada karier bermusiknya.
Alih-alih memberikan warna musik yang serupa dengan rilisan sebelumnya, Nadhif justru menunjukkan sisi lain yang belum pernah ia perlihatkan kepada para pendengarnya melalui rilisan di usia barunya.
Baca juga : Nadhif Basalamah Rilis Single Tiba-Tiba Jumat Lagi
Berbeda dengan rilisan-rilisan sebelumnya yang cukup dekat dengan elemen akustik, kali ini, Nadhif memberikan paduan warna musik elektrik dan hentakan drum yang secara dominan juga mudah dinikmati dengan memberikan kesan anak band 2000-an.
Baca juga : Metronomy Rilis Single Contact High
Melalui Sesuatu, Nadhif ingin membagikan proses pendewasaannya dalam merespon situasi yang kurang berkenan di hatinya, bagaimana seringnya terjadi konflik antara suara hati dan realitas yang dihadapinya, melalui bait-bait lirik yang ia senandungkan.
"Yang baru dari single ini mungkin lebih ke gaya penulisannya lebih straightforward dan nggak biasa gue pakai. Waktu itu cuma pengen punya satu lagu yang lebih nge-band, sampai akhirnya suatu hari gue nulis lagu ini di toilet Ubud, dan jadilah lagu Sesuatu," jelas Nadhif, dikutip Senin (3/6).
Selain itu, pada single terbaru kali ini, Nadhif juga kembali berkolaborasi dengan Petra Sihombing selaku produser serta pengisi suara pada gitar bersama Marco Hafiedz.
Baca juga : Ben Abraham Rilis Lagu Kidung Bersama Penyanyi Aslinya, Kedua Orangtuanya
Single ini bukan menjadi kali pertama Nadhif bekerja sama dengan Petra, melainkan ia pun juga turut mempercayakan Petra di karya-karya sebelumnya.
"Pemilihan Petra sebagai produser sesederhana karena beliau punya daya magis yang luar biasa ketika mengerjakan musik dan karya-karya orang lain. Itu keren banget sih. Petra bantu gue untuk mengaplikasikan banyak hal yang gue punya di kepala ke dalam karya ini," ungkap Nadhif.
Tidak hanya Petra dan Marco, di single Sesuatu, Nadhif juga berkolaborasi bersama rekan-rekan musisi lainnya, seperti Enrico Octaviano sebagai pengisi suara pada drum dan juga mempercayakan Gamaliél selaku pengarah vokal.
Baca juga : Elma Dae Rilis Single Pisah Baik-Baik
Beriringan dengan kesuksesan lagu Penjaga Hatim yang secara total telah mencapai lebih dari 240 Juta streams, Nadhif, yang baru saja memasuki usia pertengahan 20-an, juga sedang beradaptasi dengan masa dewasa awal di bawah sorotan publik, yang juga ia anggap sebagai proses pendewasaan.
Bersamaan dengan itu, Nadhif segera akan membagikan prosesnya dalam menghadapi tantangan serta menyeimbangkan kehidupannya melalui album perdana yang akan dirilis pada 21 Juni 2024 mendatang.
Sembari menunggu album perdana Nadhif, Sesuatu telah dapat dinikmati di seluruh layanan digital streaming platforms (DSP), yang diikuti dengan perilisan video lirik beserta visualizer di YouTube resmi Nadhif Basalamah, sejak 31 Mei 2024. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved