Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Mesari Pictures kembali berkolaborasi dengan JP Pictures memproduksi film bergenre horor-misteri berjudul ‘Narik Sukmo’. Adapun film Narik Sukmo dikabarkan akan tayang pada pertengahan 2024.
Febby Rastanty, Aliando Syarief, Dea "Imut" Annisa, Rifnu Wikana, Maryam Supraba, Nugie, Kinaryosih, Yama Carlos dan Elly Lutan beradu akting pada film yang dilatarbelakangi kultur misteri yang masih lekat dengan tanah Jawa.
Film Narik Sukmo diangkat dari sebuah novel karya Dewie Yulliantina Sofia. Film ini disutradarai Indra Gunawan dan ditulis oleh Evelyn Afnilia. Darmawan Surjadi selaku Eksekutif Produser dan Produser Mesari Pictures dan Mulyadi JP sebagai Produser dari JP Pictures.
Baca juga : Film 'Cerita Sofi' Rilis Official Poster
Film kedua Mesari Pictures bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Kenar diperankan oleh Febby Rastanty, ikut berkunjung ke kampung halaman sahabatnya, Ayu yang diperankan oleh Dea "Imut" Annisa, di Desa Kelawangin, perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sejak melangkahkan kaki ke desa tersebut, hujan turun terus-menerus yang menjadi pertanda buruk. Kenar juga sering mimpi dan diteror oleh sosok hitam legam mengerikan yang ingin mengambil 'sukmo'nya (jiwanya).
Sutradara Narik Sukmo, Indra Gunawan mengaku tak mudah untuk mengadaptasi cerita berbasis novel untuk divisualisasikan ke sebuah film. Namun, ia optimistis karena memiliki cast dan naskah yang bagus. Terlebih, ia juga terjun langsung mulai dari proses casting sampai akhir pembuatan film.
Baca juga : Film `Menjelang Ajal´; Cerita tentang Penglaris Warung Makan, Tayang setelah Lebaran
Film ini dipenuhi dengan ketegangan konflik yang terjadi di Desa Kelawangin pada masa lampau. Menyimpan kebenaran yang belum terungkap, hingga pembalasan dendam dari 'sukmo' yang tak bersalah. Serta manisnya perjuangan kisah cinta antara
Kenar dan juga Dierja-diperankan oleh Aliando Syarief. Febby Rastanty mengaku ini merupakan pertama kalinya menari
tradisional untuk sebuah film. “Di sini aku juga perkembangan karakternya naik turun, emosinya naik turun. Dan aku melakukan challenge baru, yaitu nari tradisional. Dibimbing langsung oleh Ibu Elly Lutan, dituntut untuk saat menari pakai feeling, dari dalam, bukan sekedar menghafal," kata Febby. (Z-8)
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved