Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI pop-punk LØLØ kembali membagikan sebuah single panas mengenai perasaan patah hati yang kali ini berjudul U & The Tin Man. Meski terdengar tegas, uniknya lagu ini bersih dari lirik-lirik explicit.
Single U & The Tin Man penuh dengan celaan ganas terhadap mantan kekasih LØLØ yang ia banding-bandingkan dengan sosok karakter Tin Man dari film klasik The Wizard of Oz.
Bercerita mengenai lagu tersebut, LØLØ mengatakan: "Ketika aku pertama pindah ke LA, aku menyadari bahwa aku sudah benar-benar tidak berada lagi di Kansas. Akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang kehadirannya seperti aku sedang dilanda oleh sebuah tornado dan kepergian sosok ini sama ganasnya dari efek sebuah tornado."
Baca juga : Elijah Woods Proses Duka Kehilangan Teman Lewat EP Silver Lining
"The Wizard of Oz merupakan salah satu film favoritku saat aku masih kecil, dan aku terpikirkan betapa menyenangkan untuk membandingkan situasiku dengan seseorang yang tidak memiliki hati, seperti karakter Tin Man pada film tersebut. Namun perbedaannya, Tin Man masih berusaha untuk memiliki perasaan. Lagu ini juga merupakan salah satu lagu pertama yang aku tulis sepenuhnya sendiri setelah sekian lama selalu menulis lagu dengan orang lain, jadi lagu ini benar-benar istimewa bagiku. Ini juga lagu pertama yang aku tulis untuk album perdanaku dan aku sangat senang akan fakta itu!" lanjutnya.
Baca juga : Jason Ranti Jadikan Hari-Hari Musik Doa untuk Kebahagiaan
Selain perilisan single terbarunya, LØLØ juga mengumumkan album perdananya, Falling for Robots and Wishing I Was One, yang akan segera dirilis melalui Hopeless Records pada 7 Juni mendatang.
Single terbarunya U & The Tin Man mewakili titik tertinggi dari sisi emosional LØLØ di albumnya nanti.
Dengan petikan gitar akustik yang emosional, LØLØ juga memberikan sentuhan vokalnya yang lembut pada lagu ini. Lagu ini juga menghadirkan elemen kontradiktif di sebagian besar lagunya seperti saat elemen perkusi tidak mencolok seperti lagu lainnya, kecuali di bagian outro.
Baca juga : Ade Govinda Pilih Sammy Simorangkir untuk Single Selagi Punya Waktu
U & The Tin Man mengikuti perilisan single bertemakan patah hati yang berjudul Poser. Lagu tersebut menampilkan karakter LØLØ yang unik dan juga permainin lirik-liriknya yang tajam.
Melalui perilisan Poser, LØLØ terus konsisten dalam menyalurkan ide-ide nya yang kontras pada lagu yang rapuh ini, menulis penggalan lirik yang tajam melawan musik yang sebenarnya melankolis.
Sedangkan 2 of Us, lagu yang terinspirasi dari perjuangan LØLØ untuk memutuskan hubungan dengan mantan kekasihnya yang toxic merupakan single pertama yang ia rilis di awal 2024. (RO/Z-1)
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved