Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Vaultboy berkolaborasi dengan Salem Ilese di single barunya, yang berjudul Closer. Ini menjadi kolaborasi kedua Vaultboy dengan penyanyi asal Amerika Serikat (AS) tersebut yang viral lewat lagu Mad At Disney.
Mereka sebelumnya telah berkolaborasi di lagu Don't Shop When You're Hungry" di album milik Ilese, High Concept, yang dirilis tahun lalu.
Disebut sebagai The King of Sad Songs oleh Rolling Stone, Vaultboy dikenal dengan musiknya yang tidak ragu untuk menunjukkan suasana hatinya.
Baca juga : Jesenn Rilis Single Bahagia Ya Kamu
Single Closer menceritakan tentang rasa kasmaran antara dua orang yang perlahan sedang tumbuh, walaupun keduanya belum menentukan status mereka – apakah ini adalah pertemanan yang platonik atau sebuah hubungan asmara?
Baca juga : Vania Abby Rilis Single LouD!
"Lagu ini menceritakan saat kalian berdua tahu bahwa kalian saling menyukai dan tahu arah yang akan dituju namun tidak ada yang berani mengucapkan apa pun. Salem dan aku menulis lagu ini dari pengalaman pribadi kami masing-masing dan kami harap kalian dapat merasa terhubung dengan kisah kami," ungkap Vaultboy
"Lagu ini tentang fase awal dari sebuah hubungan dan bagaimana rasanya sangat menyenangkan dan juga menyiksa. Lagunya dibuat saat Vaultboy dan aku sedang di sebuah sesi menulis dan lagunya hanya dibuat dalam beberapa jam saja dan rasanya seperti kami sedang nongkrong bersama," timpal Ilese.
Di Closer, Vaultboy dan Ilese berkolaborasi dengan duo penulis lagu dan produser Colin & Alex yang sering menjadi rekan kolaborasi Vaultboy.
Baca juga : J-Rocks Rilis Single Tanpa Air Mata
Lagu terbaru Vaultboy diambil dari album perdananya, Everything and Nothing yang siap dirilis pada 10 Mei 2024.
Sebelumnya Vaultboy telah merilis sederet single yang sukses meraih jutaan stream termasuk Everything, Everywhere featuring eaJ, Everything Hits Me At Once, dan Where tf Have You Been?.
Talenta menulis lagu Vaultboy telah memenangkan jutaan hati di seluruh dunia sejak ia melakukan debut [ada 2021 lalu dan sukses mengumpulkan lebih dari 650 juta stream secara global. Ia membahas berbagai luapan perasaan lewat karya-karyanya dengan penuh percaya diri dan lewat lirik-liriknya yang serba relatable.
Kepiawaian Vaultboy dalam meramu lagu-lagu pop serba catchy terdengar di setiap rilisannya, mulai dari single viralnya Everything Sucks hingga single-single lainnya seperti Rocket Science, Aftermath, dan I Think I Wanna Text U.
Hanya dalam dua tahun, Vaultboy berhasil memenangkan hati jutaan pendengar musik di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang saat ini masuk ke daftar negara-negara yang paling sering memainkan musik Vaultboy. (RO/Z-1)
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved