Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Audi Marissa mengaku tertantang memainkan peran dalam film Pasar Setan, yang terinspirasi dari kisah nyata tentang mitos di kalangan pendaki gunung serta isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
"Cerita dari film Pasar Setan sangat menarik karena mengangkat kisah yang jarang dieksplorasi dalam film, dan disajikan dengan cara yang segar dan berbeda. Selain aspek horor, film ini juga membahas isu-isu sosial yang penting," kata Audi, dikutip Jumat (1/3).
Audi, yang memerankan karakter utama bernama Tamara, merasa jalan cerita film yang digarap oleh Sutradara Wisnu Surya Pratama itu punya keunikan tersendiri karena berani mengangkat mitos legendaris dalam dunia pendakian gunung Indonesia yakni adanya keberadaan pasar setan.
Baca juga : Audi Marissa Debut Film Horor Setelah 6 Tahun Vakum
Mitos bernuansa horor yang dibahas itu juga mengikutsertakan kehadiran vlogger yang saat ini sudah familiar di kalangan generasi Z, sehingga diharapkan mudah dipahami, serta isu sosial yang relevan seperti fenomena cancel culture dan obsesi untuk mencapai ketenaran melalui konten viral.
Baca juga : Faradina Mufti Merasa Beruntung Jadi Bintang Utama Film Siksa Kubur
Menanggapi hal tersebut, Produser Film Pasar Setan Susanti Dewi mengatakan dengan kehadiran Sutradara Wisnu dan Pratiwi Juliani sebagai penulis skenario, penonton dapat merasakan sebuah karya yang segar dan berbeda.
"Bersama Wisnu, Pratiwi, Audi Marissa, dan para pemain muda lainnya dalam film Pasar Setan, kami yakin bahwa film ini akan memberikan hiburan yang segar dan memikat baik dari segi bentuk maupun cerita," ujarnya.
Sutradara Pasar Setan Wisnu Surya Pratama turut mengapresiasi dan merasa senang karena bisa bekerja dengan aktor-aktor muda yang telah memberikan keistimewaan baginya dalam menggarap fim debutnya.
Baca juga : Mengenal Sosok Nyi Salimah, Hantu Baru di Film Horor Indonesia
"Proses kerja juga sangat menyenangkan, terutama saat berkolaborasi dengan para aktor dan aktris. Kami berdiskusi bersama, mengembangkan karakter bersama dengan pelatih akting, sehingga saya yakin para pemain memberikan yang terbaik dalam peran mereka dalam film ini," kata Wisnu.
Berkisah tentang Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan. Mereka menghadapi berbagai kengerian yang di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah.
Pasar Setan, yang sudah di bioskop pada 29 Februari, dibintangi Audi Marissa, Roy Sungkono, Michelle Tahalea, Kiki Narendra, Pangeran Lantang, Shindy Huang, Agni Pratistha, Epy Kusnandar, Fangtatis, dan Fajar Gomez. (Ant/Z-1)
SkandalKim Soo Hyunmembuat para penggemar kecewa dan bahkan ada yang memilih berhenti mengikuti akun Instagram Salah satunya ialah aktris Audi Marissa.
AKTRIS dan pemeran Audi Marissa yang telah 6 tahun vakum dari industri film mengaku antusias dan tertantang saat menerima tawaran untuk berperan dalam film horor.
Suami dan istri harus saling melengkapi dan kerja sama dalam mengurus anak agar anak tahu peraturan yang dibuat oleh kedua orangtuanya sama dan tidak memihak salah satunya.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved