Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS dan pemeran Audi Marissa yang telah 6 tahun vakum dari industri film mengaku antusias dan tertantang saat menerima tawaran untuk berperan dalam film horor. Perempuan 28 tahun itu bahkan dipercaya menjadi pemeran utama dalam film bertajuk Pasar Setan.
Audi mengakui ini merupakan perdana baginya bermain film horor, pengalaman baru itu membuatnya sempat tak percaya diri dan merasa takut. Pengalaman syuting juga terasa lebih horor karena terjadi berbagai pengalaman gaib yang dirasakan tim.
“Kalau aku memang sosok yang cukup penakut, ada beberapa (pemain) yang mengalami hal-hal pengalaman gaib tapi ada juga yang tidak. Aku sendiri tidak mengalami aneh-aneh sih, dan jangan sampai karena aku tidak mau (ngalamin) juga,” ungkap Audi dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu (29/2).
Baca juga : Film Pasar Setan Ungkap Mitos di Dunia Pendakian Gunung
Audi mengatakan bahwa film tersebut merupakan kisah nyata yang terinspirasi dari berbagai pengalaman para pendaki gunung mengenai mitos yang ada di pendakian hingga menyertakan berbagai isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Cerita dari ?lmPasar Setan sangat menarik karena mengangkat kisah yang jarang dieksplorasi dalam film, dan disajikan dengan cara yang segar dan berbeda. Selain aspek horor, ?lm ini juga membahas isu-isu sosial yang penting,” kata Audi.
Lebih lanjut Audi yang memerankan karakter utama bernama Tamara, merasa jalan cerita film yang digarap oleh Sutradara Wisnu Surya Pratama itu punya keunikan tersendiri karena berani mengangkat mitos legendaris dalam dunia pendakian gunung Indonesia yakni adanya keberadaan pasar setan.
Baca juga : Film Horor The Watchers Rilis Teaser Trailer
Selama proses syuting, Audi juga mengalami beberapa kendala yang menjadi tantangan terutama saat pengolahan karakter untuk beberapa adegan emosional. Kendati demikian, hal itu mampu dilalui Audi dengan beberapa latihan bersama tim.
“Kalau untuk aku sendiri mungkin lebih ke emosinya aja karena semakin kesini semakin ke belakang intens emosi kita semakin naik dan aku lumayan agak sulit untuk mengatur itu dan pastinya ada juga di mana (adegan) aku yang udah bener-bener depresi,” ujarnya.
Terinspirasi dari kisah nyata yang mengangkat mitos terkenal di beberapa daerah pegunungan di Indonesia, Pasar Setan mengisahkan empat vlogger horor beranggotakan Tamara (Audi Marissa), Kevin (Roy Sungkono), Yunus (Pangeran Lantang), dan Caca (Shindy Huang).
Mitos bernuansa horor yang dibahas itu juga mengikutsertakan kehadiran vlogger yang saat ini sudah familiar di kalangan generasi Z, sehingga diharapkan mudah dipahami, serta isu sosial yang relevan seperti fenomena cancel culture dan obsesi untuk mencapai ketenaran melalui konten viral.
(Z-9)
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Audi, yang memerankan karakter utama bernama Tamara, merasa jalan cerita film yang digarap oleh Sutradara Wisnu Surya Pratama itu punya keunikan tersendiri.
Nyi Salimah digambarkan sosok penguasa di pasar setan, dan di masa hidup, dia lekat dengan tebu.
Pasar setan adalah salah satu urban legend di kalangan para pendaki gunung di Indonesia. Terinspirasi dari misteri tersebut, IDN Pictures pun menggarap film terkait hal tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved