Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Linda Adoe mengajak anak-anak yang tumbuh di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk lebih percaya diri dan rajin menggali potensi bakat terpendam dengan aktif mencoba berbagai kegiatan.
"Setelah mencoba tantangan baru (masuk dunia entertainment), kalau misalnya saya tidak dapat kesempatan seperti ini di dunia film, saya tidak akan pernah tahu bahwa saya juga punya bakat lain," kata Linda, dikutip Selasa (20/2).
Perempuan yang berperan sebagai Mama Orpa di film Women from Rote Island itu bercerita, sebelumnya, ia menghabiskan hari-harinya dengan bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rote, NTT.
Baca juga : Emma Stone Menangi BAFTA Film Awards 2024 untuk Aktris Terbaik
Ia tidak pernah menduga akan muncul hari di mana ia terpilih menjadi salah satu pemain utama dalam film yang dinobatkan sebagai film cerita panjang terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) itu.
"Saya tidak pernah menyangka dan tidak tertarik dengan dunia seperti ini. Saya tidak ingin mencoba karena merasa tidak punya bakat. Suatu hari saya mendengar, ada open casting oleh Dinas Kabupaten Rote Ndao, saya ragu memang ada yang mau buat film di sini? Kalau ada pasti tidak bagus," paparnya mengenai cara berpikirnya kala itu.
Namun, saat menghadiri sebuah acara, pihak produksi merasa tertarik untuk menawarkan Linda ikut dalam proses perekrutan pemain. Ia juga mengaku tim produksi berhasil mengetahui kontak dan mengikutinya ke kediaman.
Baca juga : Laura Basuki Jadi Bintang Film di Heartbreak Motel
Tanpa berpikir lagi, Linda pun setuju dan mencoba bermain peran meski harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapat kepastian terpilih atau tidak.
Baginya, pengalaman tersebut sangat berarti dan ia hanya berusaha menjalankan yang terbaik bagi dirinya di masa depan.
Linda, yang sampai saat ini masih menjadi ASN, berharap kisahnya dapat menjadi semangat baru bagi anak-anak di NTT yang ingin melakukan hal serupa.
Baca juga : Bintangi Film Bonnie, Nadila Ernesta Keluar dari Zona Nyaman
Ia mengatakan apapun latar belakang dan fisik anak-anak yang tinggal di bagian timur Indonesia tidak boleh menjadi halangan bagi penerus bangsa untuk terus tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.
"Untuk semua anak-anak di NTT, bahwa fisik kalian seperti apapun itu bukan penentu bahwa kalian tidak bisa berada di dunia ini," pungkas Linda. (Ant/Z-1)
Baca juga : Livi Ciananta Lakukan Debut di Film Bonnie
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved