Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR multitalenta Gandhi Fernando kembali mengepakkan sayapnya ke industri layar lebar dengan menjadi seorang produser sekaligus aktor di film horor berjudul Lampir. Gandhi terakhir kali membintangi film berjudul Mantan, yang rilis pada 2017 silam.
Gandhi pun menyebut dirinya kembali terjun karena ingin sekali menggarap film yang diangkat dari salah satu tokoh iblis paling ikonik pada era 90an, yaitu Mak Lampir.
"Aku merasa sangat terhormat karena bisa kembali lagi menjadi produser film layar lebar setelah 7 tahun lamanya, dan bisa memperkenalkan kembali karakter ikonik Mak Lampir ini di era modern kepada generasi muda," kata Gandhi dalam pernyataan tertulis, dikutip Senin (19/2).
Baca juga : Iqbaal Ramadhan Jadi Pemeran dan Produser di Film Perayaan Mati Rasa
Gandhi juga ikut membintangi film tersebut dan berperan sebagai Robi, sahabat paling dekat dengan Wendy (Jolene Marie) dan Angga (Rory Asyari). Namun, Robi pun sedang memiliki hubungan yang tidak baik dengan sahabatnya, Rizki (Ge Pamungkas) karena suatu masalah yang mereka rahasiakan.
Baca juga : Bryan Domani Siap Bintangi Film Horor untuk Kali Pertama
Gandhi menjelaskan soal tantangan ketika kembali berakting usai rehat.
"Jujur, saya cukup deg-degan. Apalagi saya harus memecah kepala sebagai seorang produser juga. Tapi untungnya, dengan jajaran pemain yang begitu supportif, ditambah lingkungan kerja yang positif, ruang kerja aku sebagai produser dan aktor tidak berantakan sama sekali. Aku bisa mengerjakan dua role saya di film ini dengan sangat baik dan maksimal, berkat dukungan semuanya," jelas Gandhi.
Tidak hanya menjadi produser dan pemain saja film itu, Gandhi ternyata juga ikut menjadi co-writer.
Baca juga : Johnny Depp Tegaskan Popularitas bukanlah Hal Penting
Ia mengaku sudah memiliki cerita film ini sejak dulu, hingga akhirnya dapat ia realisasikan pada tahun ini bersama Kenny Gulardi sebagai sutradara.
"Dari dulu, aku selalu suka dengan karakter Mak Lampir. Ia memiliki tawa yang khas dan latar belakang kisah yang menarik. Maka, dari 10 tahun yang lalu, aku sendiri sudah punya cerita film ini yang akhirnya dapat direalisasikan dan saya sempurnakan bersama Kenny," ungkap Gandhi.
Film Lampir menceritakan tentang Wendy dan Angga yang akan menikah, akhirnya mengajak beberapa teman mereka untuk membantu pemotretan foto pre-wedding mereka di sebuah villa.
Baca juga : Teror Kecantikan Keabadian di Film Horor Lampir
Namun, ternyata, rencana mereka berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan karena di villa tersebut telah dihuni Mak Lampir, yang menanti kedatangan mereka demi mendapatkan makanan yang dapat mempercantik dirinya.
Adapun, Film tersebut ikut dibintangi Jolene Marie, Rory Asyari, Ardina Rasti, Hana Saraswati, Ge Pamungkas, Sheila Salsabila, Arthur Tobing, Ravi Septrian, Gesya Shandy, Alm Yayu Unru, dan banyak lagi.
Film yang juga menjadi hasil kolaborasi produksi antara Vision+ dengan Creator Pictures dan Sinergi Pictures tersebut telah tayang dan dapat disaksikan di seluruh bioskop tanah air. (Ant/Z-1)
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved