Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND Manusia Aksara tidak hanya menghasilkan musik pop eksperimental, tetapi juga memperkenalkan elemen budaya Indonesia ke dalam karya-karya mereka. Terdiri dari empat personel, seperti Hafizh Weda, Nicko Prabowo, Jowel Tirta, Hendrie Hermawan Leite dan tergabung dalam label Musica Studio.
Band ini mencoba menyatukan unsur-unsur etnik Indonesia dalam setiap lagu mereka, sehingga memberikan sentuhan yang unik dan autentik.
"Kami ingin menyajikan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar merenung dan memahami kesejatian diri, manusia, dan semesta melalui alunan nada dan lirik yang kami ciptakan," ujar Joel seorang Bass Manusia Aksara, di kantor Media Indonesia, Sabtu, (3/2).
Baca juga : Raissa Anggiani Mencoba Lampaui Batasan Lewat Musik
Proses kreatif Manusia Aksara melibatkan eksperimen yang berani. Mereka tidak hanya mencoba bermain dengan instrumen dan melodi, tetapi juga memperhatikan kata-kata dalam lirik mereka. Setiap lagu mereka, seolah menjadi cermin dari perjalanan manusia dalam memahami kesejatian diri, manusia, dan semesta.
Namun, tidak semua perjalanan berjalan mulus. Manusia Aksara juga merasakan titik terendah dalam kariernya. Joel, salah satu anggota band, berbagi pengalaman pahit ketika persiapan panggung besar mereka harus dibatalkan secara mendadak. Namun, dari titik terendah tersebut, lahirlah sebuah lagu yang menggambarkan kekuatan dan keteguhan hati mereka.
"Lagu titik terendah ini sebetulnya perjalanan band kami yang sering mengalami titik terendah, misalnya batal manggung h-1, ujan badai, jadi gitu deh, lahirlah lagu ini,” kata Joel.
Baca juga : Joyland Festival Jakarta Lengkapi Penampilan dengan D4vd, EAJ, dan Masih Banyak Lagi
Dalam perjalanan mereka, Manusia Aksara juga mencari identitas mereka sebagai musisi. Mereka tidak hanya ingin lagu-lagu mereka populer, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam. Dengan karya-karya mereka, mereka berharap dapat memberikan inspirasi dan makna bagi pendengar mereka.
Hendrie juga menegaskan bahwa keberhasilan sebagai musisi tidak selalu tergantung pada viralitas di media sosial. Baginya, yang terpenting adalah kualitas musik yang mereka hasilkan dan kesatuan dalam setiap karya yang mereka ciptakan.
"Kami tidak mengejar popularitas instan. Yang kami cari adalah kesempatan untuk menyampaikan pesan dan emosi melalui musik kami, dan itu yang membuat kami tetap bersemangat,” ujarnya.
Baca juga : Ditinggal Dua Personel, The Adams Jadi Trio
Tahun ini, Manusia Aksara memiliki harapan besar. Mereka tidak hanya ingin lagu-lagu mereka didengar oleh banyak orang, tetapi juga ingin pendengar memahami siapa sebenarnya Manusia Aksara sebagai band.
“Harapannya masih sama, kita harap semua pendengar musik tau siapa itu Manusia Aksara dan tahun ini juga akan ada surprise dari kita, mau ngeluarin single lagi setelah titik terendah,” kata Joel
Dengan harapan tersebut, Manusia Aksara akan terus berjuang dan berusaha untuk menembus batas-batas yang menghalangi mereka. Mereka percaya bahwa dengan ketulusan dan kerja keras, impian mereka untuk dihargai sebagai musisi yang memiliki dampak positif dalam industri musik akan terwujud.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Rencananya, konser LUX NOVA dari KLa Project akan dihelat pada 7 Februari 2026 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat.
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia dan mengenalkan khazanah Indonesia di panggung internasional.
Kekayaan budaya Indonesia kembali diperkenalkan ke publik melalui medium fotografi dalam ajang vivo Imagine Awards 2025.
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global.
Pelajari dasar pemikiran Wawasan Nusantara, fondasi persatuan Indonesia melalui budaya, sejarah, dan geografi. Mudah dipahami!
Parade budaya dalam rangka Festival Kemerdekaan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Hargai perbedaan budaya Indonesia: Pelajari cara melestarikan warisan bangsa. Temukan tips toleransi & persatuan dalam keberagaman!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved