Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Bayu Reswandha, yang berperan sebagai Jayeng Pati dalam serial drama musikal Beranak dalam Kubur, mengaku harus mempelajari sejumlah gerakan beladiri pencak silat dalam kurun waktu singkat untuk dapat memerankan karakternya dengan baik.
Bayu terlibat sebagai salah satu pemeran utama dalam proyek drama musikal kolaborasi antara kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih, Indonesia Kaya, dan BOOW Live yang bertajuk Beranak dalam Kubur.
Di beberapa adegan serial tiga episode tersebut, Bayu harus mengeluarkan kemampuan berakting seni beladiri silat.
Baca juga: Ini Tantangan yang Dihadapi Sutradara Beranak dalam Kubur Selama Syuting
"Kami cuma punya persiapan waktu sekitar satu bulan kurang lebih. Karena ada adegan berkelahi dengan beberapa tim silat, jadi kami memerlukan beberapa kali latihan. Karena dalam kurun waktu sebulan sepertinya kurang, maka akhirnya kami membuat solusi yaitu mencari waktu tambahan untuk latihan sendiri-sendiri," kata Bayu, dikutip Selasa (7/11).
Tantangan yang dirasakan Bayu juga turut diamini oleh aktor seni peran Ulan Laumi, yang memainkan tokoh bernama Ratnasi. Di dalam film musikal tersebut, Ulan mesti memerankan karakter manusia utuh dan makhluk gaib yang akrab disapa Kunti.
Ulan merasa karakter Kunti adalah tantangan besar sekaligus suatu hal yang baru.
Baca juga: Beranak dalam Kubur Dirilis dalam Bentuk Serial Musikal
"Memerankan sosok Ratnasi sebagai manusia dan makhluk peralihan ketika sudah menjadi Kunti itu benar-benar campur aduk rasanya, tidak bisa dibayangkan. Karena itu, menyesuaikan diri dengan karakter tersebut itu sudah merupakan tantangan yang sangat besar buat aku," kata Ulan sambil tersenyum.
Program #MusikalDiRumahAja Beranak Dalam Kubur ditulis kembali oleh Titien Wattimena dan Deliesza Tamara dengan sutradara sekaligus produser Bayu Pontiagust.
Karya ini mengisahkan seorang perempuan bernama Ratnasi yang menikahi seorang anak raja yaitu Jayeng Pati. Hidup Ratnasi kemudian berakhir tragis.
Cerita orisinal Beranak Dalam Kubur merupakan kisah yang ditulis dan dipentaskan dalam format teater pertama kalinya oleh kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih sekitar 1960-an.
Para anggota dari sanggar itu juga ikut berperan dalam episode terbaru dari #MusikalDiRumahAja Beranak dalam Kubur.
Drama musikal Beranak dalam Kubur terbagi dalam tiga episode dan dapat disaksikan mulai 6-8 November 2023 pukul 19.00 WIB di kanal YouTube IndonesiaKaya.
Selain Bayu dan Ulan, proyek itu juga menampilkan aktor seni peran lain di antaranya Raka Rahayudin sebagai Jayeng Rasa, Sri Ayu Winati sebagai Wulandari, dan Rahma sebagai Sekarwati. (Ant/Z-1)
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
Serial drama Korea bergenre thriller romantis Siren's Kiss menjanjikan perpaduan ketegangan psikologis yang intens dengan daya tarik emosional yang mematikan.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Melalui dinamika hubungan antartokohnya, serial Melindungimu Selamanya mengajak penonton untuk melihat bahwa mencintai adalah sebuah keputusan.
Laura Moane mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengambil peran di serial A dan Z: InsyaAllah Cinta didasari oleh ketertarikannya pada alur cerita yang ditawarkan.
Serial A dan Z: InsyaAllah Cinta hadir dengan narasi yang tidak sekadar mengulik asmara remaja, melainkan kisah cinta mendalam yang berakar dari sebuah tragedi.
SEPANJANG Ramadan 2026, berbagai atraksi dan daya tarik untuk mendukung aktivitas masyarakat dihadirkan di Tangerang, salah satunya Ramdan Adventure.
Pementasan ini menjadi upaya Sekolah Global Sevilla mewadahi ekspresi siswa dengan musik dan drama.
Bukan sekadar horor, pertunjukkan juga memasukkan unsur edukasi di dalamnya
Film ini menjadi penanda bagaimana Miles Films berusaha menjaga salah satu kisah paling ikonis di perfilman Indonesia, tetapi kali ini dengan wajah-wajah baru
Pengin Hijrah bakal dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 23-24 Agustus 2025.
Bekerja sama dengan beberapa tokoh seni dan budayawan terkemuka, Yayasan Prima Ardian Tana pernah membawa misi kebudayaan Indonesia, khususnya Cirebon ke Yunani, Korea, dan Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved