Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH terakhir merilis sebuah single orisinil pada 2019, band emo Beeswax kembali menyapa para pendengar dengan single baru bertajuk Chew It All.
Dirilis pada 22 September 2023 di bawah naungan Yallfears, single perdana setelah 4 tahun tersebut menyaksikan lanskap musik baru bagi band tersebut.
Dikenal mengusung genre Midwest-emo yang sarat dengan alunan twinkle gitar, kali ini, Beeswax memberikan sentuhan angst dan sound yang lebih berat, tanpa adanya gitar twinkle yang menjadi ciri khas mereka.
Baca juga: Kolaborasi Dengan Tohpati, Meiska Merilis Single Ketiga Kembalilah
Pengaruh musik alternative rock banyak diadopsi oleh band yang beranggotakan Bagas Yudhiswa (vokal/gitar), Putra Vibrananda (bass/vokal), dan Yanuar Ade Laksono (drum) dalam single terbaru mereka.
Bagas sebagai penulis dan pencipta lagu mengungkapkan kejenuhannya pada eksplorasi genre yang ia lakukan di single-single terdahulu. Hasilnya, ia banyak bereksperimen dan melakukan modifikasi berkali-kali hingga akhirnya Chew It All tercipta dan lahir ke dunia.
Chew It All mengisahkan tentang sebuah penerimaan dan babak penutup setelah menghadapi sebuah kesusahan. Menelan kegetiran dan mencoba sekuat tenaga untuk bangkit, ketidakberdayaan setelah terhantam musibah pun akhirnya harus tetap dihadapi.
Baca juga: Lukman Sardi akan Garap Film Biopik Glenn Fredly
Dibantu oleh Iqbal Febrian dari Yallfears, sebuah artwork yang menunjukan foto rontgen paru-paru yang sesak menjadi visualisasi sampul untuk lagu berdurasi 3 menit 4 detik itu.
Mixing dan mastering lagu ini dilakukan sendiri oleh Bagas dan memakan waktu kurang lebih 3 bulan dan berbagai penyesuaian, hingga semua personel sepakat untuk merilis versi yang paling mereka sukai untuk dilahirkan di dunia.
Sebuah sajian audio visual juga nantinya melengkapi perilisan ini yang menjadi ‘hadiah’ dari Beeswax untuk para pendengar yang telah setia menantikan karya terbaru mereka.
Dirilis 2 hari sebelum penampilan perdana mereka di festival musik Pestapora, lagu ini juga tentu saja akan dibawakan secara live di set mereka pada festival tersebut dan juga gigs mereka berikutnya.
Lebih lanjut, Beeswax juga berjanji untuk semakin produktif di kuartal terakhir 2023 ini dengan merencanakan adanya beberapa karya lagi di bulan-bulan berikutnya seperti single ataupun album.
Sementara mematangkan konsep dan eksekusi, semoga semesta merestui dirilisnya karya-karya band asal Jawa Timur ini di masa mendatang. “Chew It All” dapat dinikmati di berbagai layanan streaming digital favoritmu seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, Tiktok Music, Deezer, Treble, dan masih banyak lagi. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Secara lirik, lagu The Bridge of Emptiness dari Beeswax menggunakan metafora sebuah jembatan untuk menggambarkan dinamika hubungan antara dua orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved