Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyanyi Yogie Nandes yang sempat merilis single Tahalang Restu dikabarkan meninggalkan dunia musik Minang kontemporer yang telah membesarkan namanya. Dikonfirmasi hal ini, Yogie pun menjawabnya dengan kalimat diplomatis.
Baca juga : Sezairi Bicara Self Discovery dan Closure di Album Self Soothing
"Untuk saat ini saya belum bisa bilang. Mohon doa saja dari teman-teman semua untuk yang terbaik. Hanya itu yang bisa saya sampaikan sekarang. Mohon teman-teman bersabar," ucap Yogie Nandes.
Kabar tersebut beredar lantaran unggahannya di media sosial. Dia memposting gambar hitam dengan caption yang mengungkapkan isi hatinya. "Bismillah. Wahai insan yang disana, mungkin saja ini kau dengar," ucap Yogie Nandes.
Yogie Nandes merupakan seorang penyanyi dangdut yang lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat. Dia sudah berkarier menjadi seorang penyanyi sejak berusia 7 tahun. Kala itu Yogie merilis lagu-lagu Minang. Lalu, Yogie vakum merilis lagu setelah ia harus merantau ke Bogor untuk berkuliah. (B-4)
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Pengumuman ini menandai babak baru bagi Celine Dion setelah empat tahun berjuang melawan Stiff Person Syndrome kondisi neurologis langka yang sempat melumpuhkan dirinya.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Melalui tur bertajuk Turn The Page in Asia, Sirup dijadwalkan menyambangi Seoul, Taipei, dan Bangkok pada musim panas ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved