Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
USIA matang tidak memudarkan semangat bermusik bagi penyanyi era 1990-an untuk terus aktif berkarya.
Buktinya, penyanyi Mayangsari, Atiek CB, Ita Purnamasari, dan Ronnie Sianturi yang bersahabat sejak 30 tahun silam itu menyapa penggemarnya lewat Konser Legend Musik Era’ku di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (5/8).
Mayangsari berkarya rangkap pada project ini. Selain menjadi penyanyi, ia juga bertindak sebagai promotor atas nama KSH Entertaiment.
Baca juga: Hindia akan Gelar Konser di Empat Kota
Dia pula yang memasang niat kuat ingin menghidupkan kembali kenangan indah era musik 1990-an lewat lagu yang pernah hit dan melejit lewat suaranya juga ketiga sahabatnya.
“Konser Legend Musik Era’ku jadi wujud eksistensi dan keberlangsungan kami pada industri musik. Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa kami masih eksis dan aktif dalam berkarya."
"Kami ingin menampilkan panggung yang berkualitas, menunjukkan bahwa semangat bermusik tak pernah pudar meskipun usia sudah matang,” kata Mayangsari.
Panggung dibuka dengan tampilan sejumlah milenial bersepatu roda ke atas panggung.
Disusul lagu medley Harus Malam Ini (Ronnie Sianturi), Maafkan (Atiek CB), Sudikah Kamu (Mayangsari), Penari Ular (Ita Purnamasari) Dan Cintaku (all artist).
Seluruh penyanyi menggunakan kostum panggung keren dan dress well.
Baca juga: Konser Musik Forestra Bakal Digelar di Hutan
Kemudian panggung secara berturut-turut memperlihatkan empat penyanyi itu membawakan lagu yang pernah hit dan menjadikan mereka tenar luar biasa pada masanya.
Plus satu lagu baru yang kemudian direkam dan diedarkan khusus untuk penonton VIP dn VVIP pada malam itu.
Ita Purnamasari melatunkan lagu Mungkinkah (song by Stinky), Sanggupkah Aku, Cintaku Padamu, dan Selamat Tinggal Mimpi.
Ronnie menyanyikan Melangkah di Atas Awan, Aku Suka Kamu, Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu (song by Ratu), dan Sudikah Kamu.
Dilanjutkan Atiek CB melantunkan Optimis, Risau, Misteri Illahi (song by Ari Lasso), Kau Ada di Mana & Maafkan, Terserah Boy.
Pada puncak acara, sang penggagas Mayangsari muncul dengan memikat membawakan beberapa lagu medley Tiada Lagi, Harus Malam Ini, Rasa Cintaku, Kusalah Menilai, dilanjutkan Hanya Untukmu, Kutak Baik-Baik Saja, Menunggu Keajaiban, dan Bila Rasaku Ini Rasamu (song by Kerispatih).
“Sebelum ada Mahalini, Lyodra, di panggung musik Indonesia ada kami,” kata Mayangsari di sela-sela menyanyi.
Baca juga: Konser di Jakarta, TXT akan Bawakan Do It Like That
Pernyataan ini mengandung kebenaran yang tak bisa ditepis. Kekuatan penyanyi tahun 1990-an ada pada kemampuan teknik vokal prima mereka. Di tengah suara yang baik dan merdu, terlihat jelas olah pernafasan artikulasi, intonasi, phrasering dan ekspresi yang baik dan tepat.
Mayangsari, Ronnie Sianturi, Ita Purnamasari, serta Atiek CB sangat piawai memperlihatkan semua itu.
Pentas ini bukan sekadar pertunjukan lagu-lagu nostalgia. Pasalnya ada kejutan istimewa, ketika Mayangsari muncul berduet dengan sang puteri Khirani Triatmodjo pada lagu Bila Rasaku Ini Rasamu (song by Kerispatih).
Selain itu, nuansa nostalgia terwujud dengan penuh kebaruan. Pada layar videotron yang kadang berisi teks lirik lagu, ditampilkan gambar bergerak tanpa suara yang terkesan avant-garde.
Seperti diketahui, Mayangsari dan KSH Entertaiment menghadirkan nuansa nostalgia bukan sekadar pertemuan reuni dan kangen-kangenan.
Pentas dengan iringan Secherazade Band dan DJ Ninopoly ini menunjukkan generasi penyanyi 1990-an tetap punya kualitas, terus bisa eksis dan aktif karya cemerlang. (RO/S-2)
Berisi sepuluh track, album ini menyuplik fase cinta mulai dari ketertarikan awal, fantasi akan sebuah hubungan, mengutarakan perasaan, pencarian makna, cemburu, hingga putus hubungan.
“Nangis, terharu senang banget, karena itu salah satu impian aku. Benar-benar happy, apalagi Avo satu-satunya dari Indonesia."
Pada pertunjukan ini Dere ingin mengajak penonton yang hadir untuk berbahagia merayakan dinamika perputaran yang terjadi dalam hidup
Playlist Live Festival edisi kali ini akan menghadirkan konsep Multi Era yang dibintangi oleh lebih dari 30+ musisi baik nasional maupun internasional dari berbagai genre,
Dibesarkan dalam dua budaya yang berbeda, Jerman dan Indonesia, membuat Rhea memiliki pemahaman yang mendalam tentang musik dari berbagai belahan dunia.
Bertajuk “Your Infinite Autotainment Experience,” Dyandra Promosindo sebagai promotor acara memadukan event tersebut antara pameran otomotif, konser musik IIMS Infinite Live,
GRUP musik legendaris KLa Project sukses menggelar konser ‘Lux Nova’ yang berarti cahaya biru di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (7/2). Konser ini jadi penanda perjalanan 37 tahun KLa Project.
PADA Oktober 2025, seharusnya ada festival musik yang mendatangkan para idola K-Pop termasuk salah satu member BTS. Namun, acara tersebut gagal.
GRUP band Padi Reborn sukses menggelar konser dua delapan di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1). Konser itu jadi sebuah perayaan perjalanan band tersebut.
Konser musik internasional kembali hadir di Jakarta dengan penampilan musisi legendaris Bryan Adams pada 3 Februari 2026 di Beach City International Stadium.
GRUP band Padi Reborn bersiap untuk memuncaki selebrasi 28 tahun berkarya di industri musik Indonesia lewat pertunjukan bertajuk Konser Dua Delapan.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved