Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Fakta Gagalnya Festival K-Pop yang Bikin Rugi Promotor Rp10 Miliar

Fathrurrozak
03/2/2026 18:18
Fakta Gagalnya Festival K-Pop yang Bikin Rugi Promotor Rp10 Miliar
Kuasa hukum Mataloka Ilham Yuli Isdiyanto dan ⁠Zia Ul Fattah Idris.(Dok. Pribadi)

PADA Oktober 2025, seharusnya ada festival musik yang mendatangkan para idola K-Pop termasuk salah satu member BTS. Namun, acara tersebut gagal. Salah satu promotor konser, Mataloka, kemudian melaporkannya ke polisi.

Dalam proses tersebut, Mataloka meyakini adanya unsur penggelapan dana. Laporan mereka juga telah terdaftar dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/8110/XI/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada 11 November 2025. Sebelumnya, pihak Mataloka telah melayangkan dua kali somasi dan melakukan tiga kali mediasi, namun terlapor tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan dana.

Kasus ini menyeret oknum salah satu promotor senior yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mendatangkan artis internasional ke Indonesia. Pasca pelaporan ke Polda Metro Jaya, pada 22 Januari 2026 juga telah dilakukan Gelar Perkara Khusus. Dari gelar perkara, ditemukan indikasi kuat adanya penyampaian informasi tidak sesuai fakta dan penyimpangan penggunaan dana dari tujuan awal.

Saat ini, kuasa hukum Mataloka, Ilham Yuli Isdiyanto, meminta penyidikan dapat dilakukan seobjektif mungkin untuk melindungi hak-hak klien mereka yang telah dirugikan sekitar Rp9,7 miliar atau hampir Rp10 miliar tersebut. Kemarin, (2/2), Ilham pun menyambangi kepolisian.

“Kami hadir untuk menanyakan progres pasca-gelar perkara. Fakta-fakta yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka, dan ini semakin menguatkan keyakinan kami bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana penyimpangan dana oleh terlapor,” kata Ilham Yuli Isdiyanto dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Selasa, (3/2).

“Klien kami percaya karena track record terlapor yang sukses menangani artis-artis internasional. Namun sangat disayangkan, dalam kerja sama kali ini komunikasi menjadi tidak transparan dan penggunaan dana tidak sesuai dengan tujuan yang diperjanjikan,” tambah Ilham. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya