Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bintang Cahaya Sinema dan Langit Terang Sinema menggelar Special Screening untuk film perdana mereka yang berjudul Women from Rote Island pada Sabtu (15/7).
Bertema black elegant, Special Screening Women from Rote Island di bioskop XXI Senayan City berlangsung sangat meriah. Selain para kru dan pemeran, Special Screening film Women from Rote Island turut dihadiri filmmaker ternama, hingga Staf Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (PPAI).
Menurut perwakilan dari Perlindungan Perempuan dan Anak (PPAI), film ini sudah membuka bongkahan gunung es kekerasan seksual. “Banyak sekali kekerasan seksual sebagaimana disampaikan tadi, justru dilakukan oleh orang-orang terdekat, oleh keluarga, di rumah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak. Tapi film ini justru memperlihatkan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja, kapan saja, oleh siapa saja, dan terhadap siapa saja. Bongkahan es ini harus kita bongkar, dan film ini adalah salah satu yang sudah membongkar itu,” tutur perwakilan Staf Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPAI).
Baca juga : Film 'Like & Share' Sajikan Masalah Kekerasan Seksual Secara Lugas
“Film ini dipersembahkan oleh sebuah tim produksi yang berdedikasi, dengan para pemain yang sangat berbakat. Mulai dari Irma Rihi, Linda Adoe, Sallum Ratu, sampai Van Jhoov, mereka mengambil peran penting dalam membawa karakter-karakter ini hidup dan memberikan penampilan yang luar biasa,” ungkap Jeremias Nyangoen, selaku sutradara berbakat di balik film ini.
"Dalam Women from Rote Island, kami berusaha untuk menyampaikan pesan kuat tentang kekerasan seksual terhadap perempuan. Kami percaya bahwa cerita ini akan menginspirasi dan menggerakkan penonton dari segala lapisan masyarakat," tambahnya.
Terinspirasi dari kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Women from Rote Island membawa cerita tentang maraknya kasus kekerasan pada perempuan yang masih terjadi hingga saat ini. Berbagai kampanye telah disuarakan, tetapi jumlah kasus tidak juga berhenti.
Baca juga : Film Dokumenter Dirty Vote Bentuk Pendidikan Politik
Oleh karena itu, rumah produksi Bintang Cahaya Sinema dan Langit Terang Sinema hadir sebagai bagian yang menyuarakan kampanye ‘Stop Kekerasan’ melalui perwujudan ide dan kreativitas dalam film Women from Rote Island. "Kekerasan seksual sangat jahat, melalui film ini kita bersuara. Stop kekerasan seksual dan lawan kekerasan seksual. Semoga film ini dapat bermanfaat untuk semuanya,” ungkap Produser Women from Rote Island, Rizka Shakira.
Sementara itu, Seniman Ricky Malau juga turut mengungkapkan perasaannya setelah menonton film Women from Rote Island. Ia mengatakan bahwa, “Harusnya film Indonesia seperti ini. Koreografi, dramaturgi, dan ini adalah film tentang hati nurani. Bagaimana saya bisa tersirep untuk mengikuti setiap jalinan ceritanya. Luar biasa film Women from Rote Island!” (B-4)
Baca juga : Sempal Dan Sodari Nilai Dirty Vote Bisa Hukum Pelaku yang Curang
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Child grooming dan pedofilia sering disamakan. Psikolog menjelaskan perbedaannya serta bahaya serius yang mengancam keselamatan anak.
Julio Iglesias dituduh melakukan kekerasan seksual dan perdagangan manusia oleh dua mantan karyawannya. Kasus ini kini dalam penyelidikan yudisial Spanyol.
Polisi masih terus memburu AJ, tersangka kasus kekerasan seksual yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara
Kekerasan terhadap perempuan ini, selain pelanggaran hak asasi manusia, berdampak pula pada berbagai aspek kehidupan perempuan, dan sangat kompleks.
AKTRIS Helsi Herlinda dikenal dengan peran antagonis selama dua dekade. Kali ini, Helsi bertransformasi total menjadi karakter protagonis yang menderita dalam film Nia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved