Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Afgan kini mulai menjajali bidang baru di luar dunia tarik suara. Ia merambah dunia bisnis dengan meluncurkan brand male grooming product bernama Fellow.
Pria bernama lengkap Afgansyah Reza ini mengakui ingin punya karya baru di luar profesinya sebagai seorang penyanyi. Di samping itu, menjadi pebisnis juga telah menarik hati Afgan sejak lama.
Baca juga: Onky Ray, Tiktoker yang Sukses Jadi Pengusaha Jamu
“Bisnis menjadi hal menarik bagi saya, karena saya melihat hal ini seperti menciptakan karya baru dan menjadi kegiatan yang saya nikmati di luar keseharian saya menjadi seorang musisi,” ungkap Afgan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/5).
Meluncurkan produk male grooming sebagai permulaan dengan dua varian berupa Stage Matte Paste (natural) dan Studio Slick Hybrid Pomade (klimis) yang dapat digunakan sesuai kondisi formal, semiformal, dan casual.
Afgan ingin menghadirkan solusi bagi para gentlemen untuk menciptakan representasi diri yang baik lewat hairstyle yang tertata rapih.
“Penataan rambut adalah salah satu hal vital bagi saya dan sangat saya perhatikan karena penataan rambut yang baik tidak hanya dapat menciptakan representasi diri yang baik tapi juga kepercayaan diri yang baik,” ujar Afgan.
“Saya menghadirkan Fellow sebagai solusi bagi teman-teman agar dengan mudah memperbaiki gaya rambut sesuai pribadi dan kebutuhan masing-masing,” sambung lelaki kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 tersebut.
Baca juga: Sukses Di Dunia Hiburan, Baby Margaretha Kini Geluti Bisnis Umrah
Menjalani karier sebagai entertainer selama lebih dari 15 tahun juga membuat Afgan menyadari betapa berharganya penampilan kala dirinya manggung.
Afgan bahkan sampai kerap mencoba ragam produk sebelum akhirnya meluncurkan brand garapannya, Fellow.
“Dalam 15 tahun berkarier, saya sadar harus dapat menjaga penampilan sampai akhir dan sering kali berganti-ganti produk untuk dapat hasil terbaik,” tutur Afgan.
Brand yang kini tersedia secara eksklusif di Tokopedia, Fellow Official Store, tersebut akan terus ia kembangkan.
Bukan hanya soal styling, tetapi juga kesehatan dan pemeliharaan rambut yang baik.
Hal ini sebenarnya sudah ia buktikan lewat penggunaan Jojoba Oil, Candelia Wax, Menthol, dan ragam bahan berkualitas yang menyegarkan dan kaya vitamin E.
“Melalui Fellow Stage dan Studio, hal yang saya anggap penting tidak hanya penataannya tetapi juga bagaimana memelihara kesehatan rambut. Jadi saat ini, kami terus melakukan R&D (research and development) dalam aspek tersebut,” pungkasnya. (RO/S-2)
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional bagi perempuan
Rambut bercabang atau split ends merupakan masalah rambut yang sangat umum dan sering membuat pemiliknya terpaksa memotong rambut agar kembali terlihat sehat.
Hair Djiva terinspirasi dari kata kuno djiva (jiwa), yang menggambarkan perjalanan spiritual dan emosional manusia melalui warna.
Terlalu sering keramas akan mengikis minyak alami dan pelindung kulit kepala yang bisa menyebabkan peradangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved