Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Vino G Bastian mengungkapkan tantangan yang dialaminya saat memerankan sosok Buya Hamka dalam film terbarunya yang akan tayang menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 20 April 2023 mendatang.
Diakui Vino, bahwa proses yang paling sulit dalam pembuatan film “Buya Hamka” adalah pendalaman karakter dari sosok ulama sekaligus sastrawan tersebut.
“Proses yang paling sulit itu adalah pendalaman karakternya. Bagaimana setiap kata yang keluar dari saya itu orang bisa menerjemahkannya itulah yang dikeluarkan oleh Buya Hamka," kata Vino seusai Gala Premier film “Buya Hamka” di Jakarta Selatan, Minggu (9/4).
Baca juga : Totalitas, Film Buya Hamka Bangun Surau dan Kincir Air
Suami aktris Masha Timothy itu mengatakan setiap aktor memiliki cara tersendiri dalam menghafal dialog. Namun untuk peran Buya Hamka, aktor harus meyakinkan penonton bahwa kalimat yang dia ucapkan adalah pemikiran dari Buya Hamka.
Lebih dalam, Vino juga mengatakan bahwa ada beban yang berbeda saat dirinya harus memerankan tokoh Buya Hamka. Kendati demikian, Vino pun tetap berusaha untuk membawakan karakter Buya Hamka. “Jadi bukan soal mirip atau tidak miripnya. Dan pihak keluarga maunya lewat saya film seorang Buya Hamka itu menjadi tongkat estafet untuk ke generasi yang sekarang. Jadi anak muda sekarang juga mengenal siapa Buya Hamka,” kata Vino.
Baca juga : Diklaim Berbujet Termahal, Buya Hamka Rilis Tiga Trailer
Melalui karakter Buya Hamka sendiri, Vino pun banyak memetik pelajaran. Menurutnya, sosok Buya Hamka tak hanya seorang pahlawan tetapi juga seorang suami dan ayah yang luar biasa.
“Dari sini kita mulai belajar bahwa seorang yang sederhana itu bisa terlihat sangat kaya ketika keimanannya dan ketakwaannya kepada Allah itu ada di titik yang puncak. Jadi bukan hanya bisa menginspirasi orang banyak tapi karakter ini juga menginspirasi kita sebagai pemain,” tutur Vino.
“Di sini juga dilihat bahwa sosok perempuan, sosok istri adalah sosok yang luar biasa sekali. Justru istrinya yang membuat sosok Hamka menjadi luar biasa di film ini. Dan itu membuat kita cukup senang,” pungkas Vino.
Dalam film ini, Vino pun akan beradu akting dengan aktris Laudya Chintya Bella. Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan Starvision itu rencananya akan dibagi menjadi tiga volume. Volume pertama “Buya Hamka” dijadwalkan akan tayang menjelang Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 20 April 2023. (Ant/Z-4)
Film "Lupa Daratan" garapan Ernest Prakasa bersama Netflix dan Imajinari mengungkap sisi gelap dunia selebritas melalui kisah seorang aktor yang kehilangan kemampuan berakting.
Vino G Bastian mengungkapkan penonton Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih tontonan sehingga sineas perlu menjaga mutu karya.
Falcon telah merilis poster dan cuplikan (trailer) resmi film Shutter, menampilkan karakter Darwin (Vino G. Bastian).
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino G Bastian mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Film Hanya Namamu Dalam Doaku menandai reuni akting Vino G Bastian dan Nirina Zubir setelah 21 tahun mereka berkolaborasi dalam film 30 Hari Mencari Cinta.
Sinemaku Pictures kembali bekerja sama dengan sutradara Reka Wijaya dalam film drama keluarga terbaru Hanya Namamu Dalam Doaku.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved