Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FALCON Pictures secara resmi merilis poster dan trailer film terbarunya, Shutter, yang dijadwalkan tayang mulai 30 Oktober 2025.
Film itu merupakan adaptasi dari film Thailand karya Banjong Pisanthanakun ke dalam versi Indonesia yang disutradarai oleh Herwin Novianto dan dibintangi oleh Vino G Bastian, Anya Geraldine, Nugie, Niken Anjani, hingga Donny Alamsyah.
"Cerita ini telah memiliki reputasi besar di Asia. Falcon mengadaptasi ke dalam versi Indonesia untuk memperkenalkan kembali kepada
generasi baru penonton di seluruh bioskop Indonesia," ujar produser Falcon Pictures Frederica dalam keterangan resmi, Senin (22/9).
Falcon juga telah merilis poster dan cuplikan (trailer) resmi film Shutter, menampilkan karakter Darwin (Vino G. Bastian), seorang fotografer yang hidupnya berubah drastis setelah kecelakaan mobil bersama kekasihnya, Pia (Anya Geraldine).
Dalam cuplikan film itu, mereka menabrak seorang perempuan misterius. Sejak kejadian tersebut, Darwin mulai dihantui bayangan mengerikan yang muncul di setiap hasil fotonya.
Sosok perempuan asing itu perlahan masuk ke dalam kehidupan mereka, membawa teror yang semakin nyata.
Pia kemudian berusaha menyelidiki identitas perempuan tersebut, hingga membuka tabir masa lalu kelam yang selama ini disembunyikan Darwin.
Penelusuran itu tidak hanya menguak rahasia gelap, tapi juga menyeret mereka pada konsekuensi mengerikan dari kesalahan masa lalu.
"Senang bisa terlibat dalam pembuatan film ini, dan berperan di film ini," kata Vino.
Sang aktor mengatakan ia harus menggali emosi yang dalam, sekaligus menghadapi adegan horor yang cukup intens dalam ketegangan saat syuting film ini.
"Saya berharap penonton bisa menikmati remake film Shutter ini, dan merasakan ketegangan yang dihadirkan dalam film ini," kata Vino. (Ant/Z-1)
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Film "Lupa Daratan" garapan Ernest Prakasa bersama Netflix dan Imajinari mengungkap sisi gelap dunia selebritas melalui kisah seorang aktor yang kehilangan kemampuan berakting.
Vino G Bastian mengungkapkan penonton Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih tontonan sehingga sineas perlu menjaga mutu karya.
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino G Bastian mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Film Hanya Namamu Dalam Doaku menandai reuni akting Vino G Bastian dan Nirina Zubir setelah 21 tahun mereka berkolaborasi dalam film 30 Hari Mencari Cinta.
Sinemaku Pictures kembali bekerja sama dengan sutradara Reka Wijaya dalam film drama keluarga terbaru Hanya Namamu Dalam Doaku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved