Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Fannita Jacklin mengungkapkan kebanggannya terhadap film Uti Deng Keke sebagai film produksi sineas daerah yang mampu membawa pesan pentingnya hidup bertoleransi bagi seluruh anak bangsa.
Mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, yang mendapatkan peran utama dalam film garapan sutradara Linur itu mengaku senang bermain dalam film yang banyak memotret keindahan alam Manado serta Gorontalo dan ceritanya menginspirasi buat masyarakat yang menontonnya.
"Bangga pastinya ada film produksi putra daerah yang memotret keindahan alam Manado dan Gorontalo dengan tema cerita yang jarang diminati produser kapitalis yakni tentang pentingnya hidup bertoleransi," kata Fannita melalui pesan elektronik, dikutip Minggu (8/1).
Baca juga: Gara-Gara Film Uti Deng Keke, Gary Iskak Salut dengan Petani
Gadis yang pernah membintangi film Tom & Jerry dan Genk Kolot itu mengaku paling berkesan ketika main di film Uti Deng Keke produksi PT Gema Production, karena ceritanya mengangkat isu sensitif yakni tentang pentingnya hidup bertoleransi.
"Untuk menjaga keutuhan NKRI, kita harus hidup rukun menjunjung toleransi satu sama lain. Sehingga Indonesia damai," ujar Fafa, panggilan akrab Fannita Jacklin.
Menurut dia, Uti Deng Keke merupakan film yang paling berat bebannya karena mengemban misi sosial yang tinggi.
"Kalau ceritanya sekedar hiburan, gak membawa misi santai aja, tapi ini kita membawa misi tentang pentingnya hidup bertoleransi. Jadi bebannya menurut saya berat banget," ujar putri pasangan Wenny Oral Posumah dan Nova Vivi Tolangow itu.
Untuk itu, dia berharap Uti Deng Keke bisa segera diputar di bioskop di kota besar di seluruh Indonesia agar misi yang terkandung di film ini sampai ke masyarakat luas.
"Saya berharap film ini bisa segera di putar di bioskop di kota besar di seluruh Indonesia. Karena ketika diputar di Manado dan Gorontalo sambutannya luar biasa. Untuk itu, saya yakin, kalau diputar di bioskop di lain, sambutannya akan sama. Bahkan bisa lebih besar," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Mongol juga tengah berbahagia karena film yang ke-41 yang dibintanginya dengan judul Uti "Deng Keke" akan segera diputar di bioskop CGV mulai 26 Januari 2023.
"Bayangkan petani kerja dari pagi hingga sore, di bawah terik matahari tanpa mengeluh tapi hasilnya bisa dinikmati jutaan orang."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved