Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya, aktor Lukman Sardi beradu akting dengan anak sulungnya, Akiva Sardi, dalam pementasan teater Mereka yang Menunggu di Banda Naira.
Lukman mengatakan lakon ini begitu personal baginya, tidak hanya dari sisi cerita dan produksinya, namun karena memiliki kesempatan bermain dengan anak adalah hal luar biasa baginya.
"Yang sangat terkesan adalah satu panggung dengan anak yang belum pernah main teater. Ini pengalaman luar biasa, perasaannya campur aduk, ini teater punya sejarah banget, luar biasa banget buat aku," ujar Lukman dalam jumpa pers Mereka yang Menunggu di Banda Neira, Jumat (17/12).
Baca juga: Nonton Musikal Horor di Rumah Aja
Lukman mengatakan telah lama sadar jika anaknya punya ketertarikan dengan dunia seni, khususnya akting. Akan tetapi, dia tidak ingin terburu-buru mengenalkan Akiva pada seni peran.
"Ini tempat yang baik buat dia belajar. Jadi istilahnya tuh dia harusnya bersyukur dan beruntung karena belajar di tempat dan waktu yang benar," kata pemain film Penyalin Cahaya itu.
Pria kelahiran 14 Juli 1971 ini mengaku tidak merasa canggung beradu akting dengan Akiva. Justru yang menjadi kekhawatirannya adalah sang anak tidak dapat menyerap pengalaman perdananya ini untuk bekal masa depannya kelak.
"Menyerap proses ini yang sangat penting buat Kiva ke depan, percuma kalau sekadar main tapi enggak ada yang dia dapat. Ternyata dia mampu berproses dan membanggakan," katanya.
Lukman juga berusaha tidak memberi pengarahan saat Akiva berakting. Sebab dia ingin sang anak menemukan keleluasaan dan menikmati pengalaman perdananya.
"Aku cuma ngarahin untuk selalu komitmen, fokus dan disiplin. Kalau udah punya itu, dia akan berproses dan mencari. Kalo didirect dia akan menjadi Lukman Sardi bukan Akiva," ujar Lukman.
Dalam pementasan ;Mereka yang Menunggu di Banda Neira, Lukman Sardi berperan sebagai dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, sedangkan Akiva sebagai Des Alwi.
Pementasan itu dapat disaksikan secara gratis melalui kanal YouTube IndonesiaKaya mulai 17 Desember pukul 19.00 WIB hingga 6 bulan ke depan. (Ant/OL-1)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Lukman Sardi, Tora Sudiro, dan Aming dipastikan kembali hadir dalam satu judul film layar lebar, Ghost in The Cell (Hantu di Penjara) karya penulis dan sutradara Joko Anwar.
Selama proses syuting ada permintaan khusus agar rambut, kumis, dan jenggot Lukman dicukur. Ia pun mengaku melakukan transformasi tersebut tanpa tekanan.
Komedi dan horor, dua-duanya adalah genre yang perlu craftmanship dan timing yang presisi. Menggabungkan keduanya adalah challenge terbesar kami dan para kru dan pemain berhasil mencapainya
Bima Azriel menekankan pentingnya beradaptasi dengan lawan main untuk menciptakan chemistry yang kuat selama proses produksi film Mungkin Kita Perlu Waktu.
Romo Thomas mengalami krisis iman setelah kehilangan ibu dan adiknya dalam kecelakaan tragis. Dalam kondisi terpuruk, ia memutuskan untuk mengundurkan diri
Ada proses syuting yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi salah satunya di wilayah yang bisa disebut red light district di Korea
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved