Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Grup musik Maliq & D'Essentials akhirnya secara resmi meluncurkan album penuh terbaru yang diberi judul "RAYA".
Dalam keterangan resminya, Senin, peluncuran album ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian mini album bertajuk "RAYA Part I" dan "RAYA Part II" yang dirilis bulan Agustus dan Oktober tahun lalu.
Maliq & D'Essentials juga merilis dua lagu baru berjudul "Sesuatunya" dan "Semoga" yang sekaligus menggenapi enam lagu di album ini.
Grup yang beranggotakan Angga, Indah, Widi, Jawa, Lale, dan Ilman itu mengambil nama "Raya" sebagai pembuktian kreativitas mereka di masa pandemi ini.
Album “RAYA” dari Maliq & D’Essentials menjadi satu dari album yang digarap di masa pandemi. Bahkan, album ini sejatinya tercipta karena masa pandemi yang serba sulit ini.
Melalui album ini, Maliq & D’Essentials ingin membuktikan bahwa akan selalu ada hal positif yang bisa dilakukan di kala masa yang serba sulit ini, yaitu dengan tetap produktif.
Judul album ini diambil dari kata 'merayakan' yang mempunyai arti besar atau megah. Album ini juga menjadi perayaan berbagai hal dan kejutan, salah satunya mengajak semua pendengar untuk kembali ke album-album awal mereka.
Selain itu, lewat album ini Maliq & D'Essentials juga merayakan kembali suara vokalis Indah Wisnuwardhana, yang kembali lagi setelah sempat absen manggung selama 6 bulan akibat varises di sekitar pita suara yang dialaminya pada 2013 silam.
Selain Indah, album ini juga merayakan suara Widi Puradiredja yang kembali terdengar di salah satu lagu di album ini.
Ini adalah kali pertama bagi sang drummer bernyanyi lagi sejak 15 tahun lewat lagu "Untitled" di debut album yang dirilis pada 2005 lalu. (Ant/OL-12)
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Melalui No. 1 Priority, Jey Denise menegaskan identitasnya sebagai musisi independen yang produktif dan mampu menyatukan pengalaman personal dengan tema universal yang menginspirasi.
King Nassar mengungkapkan bahwa dirinya menargetkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram demi mendukung aksi panggungnya yang dikenal sangat energik.
Lagu Hancur Dulu menjadi penanda perjalanan batin Ashilla dalam memahami diri sendiri dan keluar dari fase penyangkalan (denial) yang selama ini membelenggunya.
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
Proses kreatif kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang intens bagi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved