Sabtu 13 Juni 2020, 19:35 WIB

Taylor Swift Serukan Keinginan Patung Simbol Rasisme Dihilangkan

Antara | Hiburan
Taylor Swift Serukan Keinginan Patung Simbol Rasisme Dihilangkan

AFP
Taylor Swift

 

PENYANYI Taylor Swift pada hari Jumat (12/6) waktu setempat menyerukan melalui media sosialnya untuk menghilangkan permanen semua patung Konfederasi di negara bagian Tennessee.

Sejumlah patung yang sangat kontroversial telah dihancurkan dalam protes anti-rasisme di seluruh dunia setalah kematian George Floyd pada 25 Mei lalu.

Dalam unggahan Twitter, penyanyi pemenang Grammy itu mengatakan dia mendorong patung-patung tersebut untuk dihancurkan.

"Sebagai seorang Tennesse, saya muak bahwa ada monumen yang berdiri di negara kita yang merayakan tokoh-tokoh sejarah rasis yang melakukan hal-hal jahat," kata Swift dilansir The Hollywood Reporter, Sabtu.

Baca juga: Taylor Swift Minta Simbol Rasialisme Dihilangkan

"Edward Carmack dan Nathan Bedford Forrest adalah figur yang patut dibenci dalam sejarah negara kita dan harus diperlakukan seperti itu," lanjutnya.

Swift kemudian menambahkan, "Patung Edward Carmack duduk di Capitol negara bagian sampai akhirnya dihancurkan pada minggu lalu dalam protes.

Negara bagian Tennessee telah bersumpah untuk menggantinya. FYI, dia adalah editor surat kabar supremasi kulit putih yang menerbitkan editorial pro-lynching (hukuman mati tanpa pengadilan) dan menghasut pembakaran kantor Ida B. Wells (yang sebenarnya pantas mendapatkan patung pahlawan untuk pekerjaan rintisannya dalam jurnalisme dan hak-hak sipil)."

Swift yang memiliki lebih dari 86 juta pengikut di Twitter mengatakan bahwa mengganti patung Carmack yang dihancurkan pada 30 Mei adalah pemborosan dana negara dan membuang kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Tak hanya itu, pelantun "Shake It Off" itu dengan pesan-pesannya, Swift juga berbicara tentang salah satu pria yang disebutnya sebagai sebuah keburukan.

Baca juga: Taylor Swift Baru Sehari Rilis Album sudah Terjual 1,3 Juta

"Nathan Bedford Forrest adalah seorang pedagang budak yang brutal dan penyihir besar pertama Ku Klux Klan yang selama Perang Sipil membantai puluhan tentara Union kulit hitam di Memphis," tulis penyanyi itu.

Lebih lanjut, Swift menambahkan, "Saya meminta Komisi Capitol dan Komisi Sejarah Tennessee untuk mempertimbangkan implikasi betapa menyakitkannya menyelamatkan monumen-monumen ini."

Swift mengakhiri Twitternya yang panjang dengan, "Saat kalian berjuang untuk menghormati rasis, kalian memperlihatkan Tennesseans hitam dan semua sekutu mereka di mana kalian berdiri, dan kalian tetap melanjutkan siklus luka ini. Kalian memang tidak dapat mengubah sejarah, tetapi dapat mengubah ini."

Swift bukan pertama kalinya menggunakan sosial media untuk mengungkapkan pandangan politik, namun bisa dibilang yang paling mendalam.

Pada akhir Mei, Swift juga mengunggah cuitan kepada Presiden Donald Trump bahwa dia muak dengan komentar tentang pengunjuk rasa dan bahwa dia akan dikalahkan pada bulan November. (OL-12)

Baca Juga

Ist

Ayudia Bing Slamet Ungkap Pentingnya Quality Time Bersama Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:01 WIB
Artis Ayudia Bing Slamet atau yang dikenal juga dengan Ayudia C mengungkapkan pentingnya quality time atau waktu yang berkualitas bersama...
dok.pribadi

Adinda Marsya Luncurkan Single Baru 'Yearning Has Come'

👤Selamat Saragih 🕔Senin 08 Agustus 2022, 16:05 WIB
DISC Jockey (DJ) cantik asal Yogyakarta, Adinda Marsya, merilis single kedua berjudul "Yearning Has...
Dok.Charles & Keith

Jadi Brand Ambassador Charles & Keith, ITZY Siap Tunjukkan Sisi Barunya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 13:45 WIB
Di pemotretan kampanye Fall-Winter 2022 yang dilakukan oleh Hee June Kim, kelima personel ITZY terlihat tampil percaya diri dan berkilau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya