Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEDIA layanan video sesuai permintaan atau video on demand, HOOQ, bertekad untuk memperbanyak konten yang berasal dari Indonesia. "Kami akan mendorong (konten lokal), baik produksi sendiri maupun orang lain," kata pimpinan HOOQ Indonesia, Guntur Siboro, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (27/1).
HOOQ hingga saat ini menggandeng beberapa rumah produksi untuk memasok konten ke platform mereka, antara lain dengan Starvision dan MD Pictures serta produksi independen. Guntur tidak mengetahui secara persis berapa persentase konten lokal dengan konten asing yang ada di HOOQ, namun, jumlah konten asing saat ini masih lebih besar dibandingkan konten lokal.
Salah satu cara HOOQ untuk menggenjot konten lokal adalah melalui produksi konten original atau konten yang hanya disiarkan di platform tersebut. "Kami sudah mulai sejak tiga tahun lalu," kata Guntur.
Konten original yang sudah diproduksi Netflix antara lain serial Cek Toko Sebelah, Brata, dan Keluarga Badak. HOOQ berkomitmen untuk terus menjalankan produksi konten original meski pun produksi tidak bisa cepat dan membutuhkan ide-ide yang segar.
Kendala lainnya dalam mengembangkan konten lokal, menurut Guntur, adalah kuantitas produksi di Indonesia yang belum begitu banyak, jika dibandingkan dengan konten dari luar negeri, misalnya Bollywood India. HOOQ baru saja menjalin kerja sama dengan Indosat Oooredoo, antara lain menyediakan promosi dan pembayaran dengan pulsa untuk pelanggan operator seluler tersebut. (Ant/OL-12)
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved