Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Taicing: Pengalaman hidup sebagai korban perkosaan hingga mengalami trauma yang sangat berat mengantarkan Gaga kini berempati pada korban kekerasan yang masih banyak melanda perempuan.
STEFANI Joanne Angelina Germanotta atau akrab dengan sebutan Lady Gaga, 33, baru-baru ini mengungkap sebagian sejarah kelam hidupnya dalam sebuah wawancara. Dia mengungkapkan tentang perjuangan kesehatan mentalnya dan trauma yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.
Gaga menceritakan ini dalam acara Oprah Winfrey, tentang peristiwa perkosaan yang dia derita saat remaja dan berbagai trauma yang dia alami sepanjang kariernya.
"Saya menderita sakit kronis. Respons trauma nyeri neuropati merupakan bagian mingguan dari hidup saya. Ketergantungan pada obat dan saya punya beberapa dokter. Inilah cara saya bertahan hidup," ujarnya dikutip dari E! News, Jumat (8/11).
Namun, Gaga terus berjalan. Dia juga menyadari banyak anak dan orang dewasa di luar sana yang telah melalui begitu banyak penderitaan serupa.
Gaga ingin mereka tahu bahwa mereka dapat terus berjalan dan bertahan, serta bisa memenangi Oscar. Dia juga akan memberi isyarat kepada siapa pun mencoba, ketika mereka merasa siap, untuk meminta bantuan.
"Dan saya akan memberi isyarat kepada orang lain jika mereka melihat seseorang menderita untuk mendekati mereka dan berkata, 'Hei, saya melihat Anda. Saya melihat bahwa Anda menderita, dan saya di sini. Ceritakan kisah Anda,' pinta Gaga.
Bagi pemilik album A Star Is Born itu, merangkul dan tidak membiarkan penderita gangguan psikotik merasa sendirian itu penting untuk diketahui. Mereka juga penting untuk didengar.
Jangan sampai apa yang pernah dia alami saat menderita dan berjuang dari gangguan psikotiknya sendirian bahkan sampai melukai diri sendiri, terjadi pada orang lain. Itu sangat menyakitkan.
Gaga menyadari bahwa apa yang dia lakukan ialah berusaha menunjukkan kepada orang lain bahwa dirinya kesakitan alih-alih memberi tahu mereka dan meminta bantuan.
"Ketika saya menyadari dan memberi tahu seseorang, 'Hei, saya memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri,' itu membuat orang akan peka. Saya kemudian meminta seseorang di sebelah saya berkata, 'Anda tidak harus menunjukkannya kepada saya. Katakan saja: Apa yang kamu rasakan sekarang?' Dan kemudian saya bisa menceritakan kisah saya, cetus Gaga.
Dia menyarankan kepada orang-orang yang berjuang dengan trauma masalah respons atau melukai diri sendiri atau ide bunuh diri, menggunakan es untuk mengembalikan kesadaran.
"Jika Anda meletakkan tangan Anda dalam semangkuk air dingin, itu mengejutkan sistem saraf, dan itu membawa Anda kembali ke kenyataan," ujarnya.
Pengalaman terburuk
Selain pernah melukai diri sendiri, Gaga juga ingat dia mengalami gangguan psikotik sebagai hal terburuk yang pernah terjadi padanya.
"Walaupun ada banyak teori berbeda tentang fibromyalgia. Bagi saya, fibromyalgia dan respons trauma saya berjalan seiring. Fibro bagi saya adalah rasa sakit yang lebih ringan; respons trauma jauh lebih berat dan benar-benar merasakan perasaan saya setelah saya dijatuhkan di sudut jalan, setelah saya diperkosa berulang-ulang selama berbulan-bulan," tuturnya saat mengenang perjalanan pahit hidupnya.
Gaga berterus terang mengalami gangguan psikotik pada satu titik hingga dibawa ke UGD untuk perawatan segera dari dokter dan psikiater.
Gaga pun akhirnya memuji dokter dan teman-temannya yang membantu menyelamatkan hidupnya. Sekarang, trauma itu tidak lagi diatasi dengan obat karena sudah menjalani terapi.
"Obat-obatan bekerja, tetapi kamu memerlukan obat dengan terapi agar benar-benar berfungsi karena ada bagian yang harus kamu lakukan sendiri," tukas Gaga. (H-1)
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Johnson Wen kembali membuat ulah. Setelah menyerbu Ariana Grande di Singapura, pria berjuluk “Pyjama Man” itu kini diusir dari konser Lady Gaga di Brisbane.
Lady Gaga dan Kendrick Lamar memimpin nominasi Grammy Awards 2026, sementara musik K-Pop untuk pertama kalinya menembus kategori utama Song of the Year.
MTV Video Music Awards (VMAs) 2025 di UBS Arena, Long Island, menjadi ajang dominasi penyanyi perempuan. Lady Gaga, Ariana Grande, dan Sabrina Carpenter.
Gaga menambahkan The Dead Dance diperpanjang dari album Mayhem di berbagai platform streaming, bersama dua lagu lain, Can’t Stop the High dan Kill for Love
Lady Gaga telah muncul di Wednesday Season 2. Meskipun penyanyi lagu Disease ini tidak muncul di Part 1 Season 2, kini ia hadir di Part 2 dengan nuansa gothic-nya, simak karakter Lady Gaga
Di musim terbaru ini, Lady Gaga memerankan sosok baru bernama Rosaline Rotwood, seorang pengajar legendaris di Akademi Nevermore yang menyimpan hubungan penuh teka-teki dengan Wednesday.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved