Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Bad Bunny Guncang Panggung dengan Pesan Persatuan dan Budaya Puerto Rico di Super Bowl

Thalatie K Yani
09/2/2026 12:55
Bad Bunny Guncang Panggung dengan Pesan Persatuan dan Budaya Puerto Rico di Super Bowl
Bad Bunny mencetak sejarah sebagai artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol di Super Bowl. Ia berkolaborasi dengan Lady Gaga.(AFP)

PENAMPILAN half-time show Super Bowl tahun ini menjadi momen bersejarah bagi industri musik dunia. Bad Bunny, bintang global asal Puerto Rico, menyuguhkan pertunjukan selama 14 menit yang ia sebut sebagai "surat cinta" untuk tanah airnya di Levi's Stadium, Santa Clara.

Penyanyi bernama asli Benito Antonio Martinez Ocasio ini mengukir sejarah sebagai musisi pertama yang membawakan seluruh rangkaian lagu di panggung Super Bowl sepenuhnya dalam bahasa Spanyol. Artis yang paling banyak diputar di Spotify sepanjang 2025 ini tampil penuh percaya diri, membawakan deretan hit seperti Tití Me Preguntó, MONACO, hingga BAILE INoLVIDABLE.

Panggung Bertabur Bintang dan Simbol Budaya

Panggung megah tersebut disulap menjadi lanskap Latin yang hidup, lengkap dengan replika casita (rumah tradisional Puerto Rico) yang menjadi ciri khas turnya. Sejumlah pesohor papan atas seperti Pedro Pascal, Cardi B, Karol G, hingga Jessica Alba tampak ikut memeriahkan suasana di atas panggung.

Kejutan manis datang ketika Lady Gaga muncul membawakan versi bernuansa salsa dari lagu Die With A Smile. Tak ketinggalan, legenda pop Ricky Martin turut hadir menyanyikan Lo Que Le Pasó A Hawaii, sebuah lagu yang sarat pesan untuk menjaga kelestarian budaya Puerto Rico.

Pesan Persatuan di Tengah Ketegangan Politik

Meskipun banyak yang memprediksi Bad Bunny akan melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan AS, mengingat pernyataan kerasnya terhadap petugas ICE saat memenangkan Grammy pekan lalu, sang musisi justru memilih pesan persatuan. Melalui papan reklame di atas panggung, ia menyampaikan dua pesan dalam bahasa Inggris: "The only thing more powerful than hate is love" dan "Together, We Are America".

"Kebencian akan semakin kuat dengan lebih banyak kebencian. Satu-satunya hal yang lebih kuat dari benci adalah cinta, jadi, tolong, kita harus berbeda. Jika kita harus berjuang, kita harus melakukannya dengan cinta," ujar Bad Bunny dalam pidato penerimaan Grammy-nya yang diputar kembali secara simbolis dalam set tersebut.

Penghormatan untuk Korban Badai Maria

Bad Bunny juga menyelipkan penghormatan emosional bagi para korban Badai Maria 2017. Ia memanjat sebuah tiang listrik, simbol infrastruktur yang hancur akibat badai, sambil terus bernyanyi. Selain itu, ia mengenakan sweter krem dengan angka 64, yang diduga merujuk pada angka kematian resmi yang sempat menjadi kontroversi karena dinilai jauh lebih rendah dari perkiraan ribuan korban jiwa sebenarnya.

Meskipun penampilan ini memukau jutaan penonton, Presiden Donald Trump memberikan kritik tajam melalui platform Truth Social, menyebut pertunjukan tersebut sebagai "salah satu yang terburuk yang pernah ada" dan menganggapnya sebagai "penghinaan terhadap kehebatan Amerika."

Sebagai penutup yang megah, Bad Bunny meneriakkan "Tuhan Memberkati Amerika" dalam bahasa Spanyol sembari menyebutkan nama berbagai negara di Amerika Utara dan Selatan. Penampilan ini menjadi bukti nyata kekuatan budaya Latin di panggung olahraga terbesar dunia. (BBc/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya