Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPADUAN musik etnik Indonesia dan orkestra klasik Austria yang dipertunjukkan di Konzerthauss, Wina, Austria, Rabu (12/6) malam waktu setempat, sukses memukau publik Austria. Para penonton memberikan tepuk tangan panjang di akhir setiap musik instrumen yang dimainkan serta lagu yang dinyanyikan.
Erwin Gutawa bertindak sebagai konduktor yang berkolaborasi dengan kondukter terkemuka Austria Johannes Vogel.
"Saya senang sekali bisa bermain di Austria, kiblat musik klasik dunia. Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa menjadi alat diplomasi sosial kebudayaan antara Indonesia dan Austria " kata Erwin usai pertunjukan.
Ethnochestra ialah perpaduan antara musik etnik Indonesia dan orkestra klasik Austria. Orkestra dimainkan Syncron Stage Orchestra Vienna, sedangkan musik etnik seperti kendang, suling dan rebana, dimainkan sejumlah musisi etnik Indonesia.
Baca juga: Bawa Misi Budaya ke Wina
Sejumlah penyanyi, yakni Gita Gutawa, Shandy Sondoro, Gabriel Harvianto, dan Woro Mustiko, tampil diiringi ethnochestra.
Mereka menyanyikan lagu daerah seperti Pangkur Sagu dan Walangkekek, lagu Melayu Fatwa Pujangga, lagu patriotik Indonesia Jiwaku, serta lagu What A Wonderful World. Woro bahkan memainkan tari, yakni Tari Kedok.
Ethnochestra juga memainkan instrumen baik Indonesia, misalnya Swarna Dipa, maupun intrumen klasik, antara lain Wiener Blut karya Johann Strauss. Yang paling menarik perhatian penonton ialah ketika ethnochestra memainkan instrumen bernuansa dangdut koplo.
Konser bertajuk Ethnochestra, A Melody for Frienship ini diprakarsai Kedubes RI di Wina.
"Awalnya saya oleh Erwin Gutawa diperdengarkan rekaman musik etnik dipadu musik klasik. Saya pikir kenapa tidak kita wujudkan dalam satu pertunjukan di Wina," kata Dubes RI untuk Austria Darmansyah Djumala dalam sambutannya.
Hadir dalam pertunjukkan ethnochestra itu antara lak Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.
"Kolaborasi internasional seperti Ethnochestra merupakan kesempatan luar biasa untuk memperkuat interaksi antar budaya sesama rakyat serta meningkatkan pengenalan musik dan kebudayaan Indonesia di dunia internasinal," kata Puan ketika memberikan sambutan. (RO/OL-2)
Konser LANY di Jakarta direncanakan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Indonesia Arena.
Penampilan George Harliono kali ini terasa istimewa karena ia akan menjadi penampil utama dalam konser perdana Jakarta Metropolitan Orchestra.
Modus operasional yang digunakan adalah dengan menciptakan situs web palsu yang meniru platform fandom resmi BTS, Weverse.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
King Nassar mengungkapkan bahwa dirinya menargetkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram demi mendukung aksi panggungnya yang dikenal sangat energik.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved