Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Perkembangan teknologi di era digital ini semakin pesat dan telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya yakni transformasi di bidang perekonomian dan keuangan yang juga sedang berlangsung di Indonesia.
Sebagai wujud komitmen dan dukungan terhadap hal itu, Bank Indonesia pun menyelenggarakan agenda tahunan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2024. Di tahun ini, FEKDI mengusung tema Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Digital serta Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono, mengungkapkan data triwulan II 2024 menunjukkan transaksi digital banking mencapai 5,26 miliar kali, dengan angka pertumbuhan sebesar 32,03% (yoy). Kemudian, ada 3,87 miliar transaksi uang elektronik, dengan angka pertumbuhan sebesar 36,22% (yoy). Sementara itu, QRIS memiliki angka pertumbuhan paling signifikan yakni sebesar 226,54% (yoy), dengan 50,5 juta pengguna dan 32,71 juta merchant. Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi digital diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan perubahan preferensi masyarakat dan pesatnya perkembangan inovasi digital.
Baca juga : Keamanan Siber Jadi Sorotan Utama di Sektor Keuangan Digital
Kabar mengejutkan tersebut disampaikan oleh Doni P Joewono dalam sebuah sesi Casual Talk bertajuk Digital Leap: Paving The Way for Economic and Finance Transformation di Jakarta, pada Agustus lalu.
Tidak diragukan lagi, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia adalah tanda positif yang menunjukkan bahwa perekonomian kita sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Hal ini patut diapresiasi sebagai bukti bahwa Indonesia mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong perekonomian.
Namun, di balik kemajuan ini, penting untuk selalu mengingat bahwa pertumbuhan ekonomi digital juga membawa tantangan baru, seperti meningkatnya risiko kejahatan siber dan potensi kerugian finansial. Oleh karena itu, perkembangan ini harus diiringi dengan penerapan manajemen risiko yang kuat dan efektif untuk melindungi semua pihak yang terlibat, serta memastikan bahwa manfaat dari ekonomi digital dapat dinikmati secara aman dan berkelanjutan. Topik ini menjadi bahan diskusi dalam sesi Casual Talk lainnya di FEKDI 2024 dengan tajuk utama, Apa-apa Digital, Apa-apa Cyber, Ada Apa Sih?
Baca juga : Membangun Masa Depan Keuangan Digital Indonesia yang Aman dan Inklusif
Onno W Purbo, salah satu pembicara, menyampaikan bahwa penguatan manajemen risiko dalam ekonomi digital harus melibatkan kolaborasi antara masyarakat sebagai pengguna utama dan pemerintah sebagai regulator. Di tingkat masyarakat, pentingnya literasi digital tidak bisa diabaikan. Masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memahami risiko-risiko yang ada dan cara menghadapinya. Ini mencakup kemampuan untuk mengenali ancaman siber, menjaga keamanan data pribadi, serta melakukan transaksi digital secara aman. Meningkatkan literasi digital harus menjadi prioritas utama, karena masyarakat yang cerdas secara digital akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era ekonomi digital.
Sementara itu, dari sisi pemerintah, peran mereka sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif untuk pertumbuhan ekonomi digital. Pemerintah harus proaktif dalam membuat kebijakan yang inovatif dan relevan untuk melindungi konsumen, serta memastikan bahwa regulasi yang ada dapat mengikuti perkembangan teknologi. Terobosan kebijakan yang tepat akan membantu menutup celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku ekonomi digital. Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab untuk mengawasi implementasi kebijakan tersebut agar berjalan dengan efektif, sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital dengan rasa aman dan terlindungi.
Sebagai bagian dari visi strategis yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia berencana mengembangkan sistem BI-Payment Clear. Skema ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas industri pembayaran dan memperkuat manajemen risiko, memastikan infrastruktur pembayaran digital di Indonesia mampu menangani peningkatan volume transaksi sekaligus melindungi dari berbagai ancaman.
Baca juga : Arsip Berbahaya Ancam Keuangan Digital Masyarakat
Dengan manajemen risiko yang kuat melalui BI-Payment Clear, diharapkan transaksi digital akan semakin cepat berperan dalam mendukung pemulihan ekonomi. Ketika risiko transaksi digital dapat diminimalkan, kepercayaan masyarakat dan pelaku bisnis akan meningkat, mendorong adopsi yang lebih luas dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Inisiatif ini menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman dan andal.
Pengantar:
Media Indonesia, mulai 9 hingga 20 September 2024, menampilkan 10 karya terbaik peserta Generasi Baru Indonesia atau GenBI. GenBI merupakan program beasiswa dari Bank Indonesia untuk para mahasiswa terpilih. (Z-11)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Kasus tersebut telah dimonitor oleh Polsek Setu bersama Polres Metro Bekasi untuk menindaklanjuti informasi temuan potongan kertas.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved