Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pupuk Indonesia Inisiasi Pembentukan Asosiasi Pupuk di ASEAN

Andhika Prasetyo
02/4/2026 16:32
Pupuk Indonesia Inisiasi Pembentukan Asosiasi Pupuk di ASEAN
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara.(Antara)

PT Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA). Asosiasi ini dideklarasikan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference 2026 pada Rabu (1/4), dengan tujuan memperkuat kerja sama antarprodusen pupuk di kawasan ASEAN sekaligus menjaga ketahanan pangan regional.

Pembentukan SEAFA diharapkan memberikan dampak positif bagi industri pupuk nasional, khususnya dalam memperluas akses teknologi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat rantai pasok di tengah dinamika global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis jangka panjang bagi kawasan.

“Pembentukan SEAFA bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata menghadapi tantangan kompleks di sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui kolaborasi dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Rahmad menilai pembentukan asosiasi ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada rantai pasok dan sektor energi. Menurutnya, sinergi regional diperlukan agar industri pupuk tetap adaptif dan mampu menjaga ketersediaan pasokan bagi sektor pertanian.

Struktur dan Kepemimpinan SEAFA

Pada tahap awal, SEAFA didirikan oleh tiga perusahaan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam struktur organisasi, Pupuk Indonesia ditunjuk sebagai Chairman pertama, sementara Petronas Chemicals Group menjadi Co-Chairman. Sekretariat utama asosiasi akan berlokasi di Brunei Darussalam, dan kepemimpinan SEAFA akan dilakukan secara bergilir dengan masa jabatan satu tahun.

Ke depan, SEAFA diharapkan menjadi platform strategis untuk berbagi pengetahuan dan inovasi industri pupuk, mendorong praktik produksi berkelanjutan, mengembangkan teknologi rendah karbon, memperkuat digitalisasi rantai pasok. Selain itu, asosiasi ini juga ditargetkan menjadi representasi industri pupuk Asia Tenggara dalam forum regional dan internasional terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah ketidakpastian global.

“Pupuk bukan hanya urusan industri, tetapi bagian penting dari ketahanan pangan. Karena itu, kolaborasi antarnegara menjadi kunci dan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, SEAFA juga terbuka untuk memperluas keanggotaan dengan melibatkan lebih banyak produsen pupuk dari negara ASEAN lainnya, guna memperkuat peran kawasan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk dan ketahanan pangan global. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya