Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Pasokan Listrik Aman saat Lebaran, Status Siaga Berlanjut hingga 31 Maret 2026

Ihfa Firdausya
24/3/2026 16:28
Pasokan Listrik Aman saat Lebaran, Status Siaga Berlanjut hingga 31 Maret 2026
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.(Dok. Antara)

PT PLN (Persero) berhasil menjaga kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dengan pasokan listrik yang andal. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan seluruh personel siaga penuh untuk memastikan layanan listrik tetap stabil di musim libur Lebaran 2026.

Dari sisi pasokan, PLN mencatat kapasitas daya mampu nasional mencapai 51,37 gigawatt (GW), dengan beban puncak sebesar 34,77 GW. Angka tersebut menunjukkan ketersediaan cadangan daya yang masih sangat memadai.

"Status siaga kelistrikan akan terus berlangsung hingga 31 Maret 2026, dengan seluruh unit PLN memastikan kondisi sistem tetap aman, stabil, dan terkendali, khususnya di berbagai lokasi prioritas," kata Darmawan dalam keterangan yang dikutip, Selasa (24/3).

Sebanyak 4.429 lokasi prioritas, meliputi 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, dan 814 rumah sakit, menjadi fokus pengamanan pasokan listrik selama momentum Idulfitri.

"Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idulfitri ini dengan lancar,” tambahnya.

Dari Indonesia bagian timur, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Sri Heny Purwanti menyampaikan, kondisi sistem kelistrikan di NTB selama momen Idulfitri berada dalam kondisi yang prima.

Pada sistem Lombok di Pulau Lombok, beban saat pelaksanaan Salat tercatat sebesar 326 megawatt (MW). Sementara daya mampu sistem mencapai 380 MW dengan cadangan daya sebesar 54 MW.

Kemudian pada sistem Tambora di Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW dengan daya mampu 188 MW. Dengan itu cadangan daya masih tersedia sebesar 49 MW.

“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri,” tutur Sri.

Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Iwan Soelistijono. Ia menegaskan sistem kelistrikan di wilayahnya beroperasi optimal pada momen perayaan Idulfitri.

"Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kalselteng dapat berjalan dengan lancar. Sistem kelistrikan kami beroperasi optimal dan masih didukung cadangan daya yang memadai,” kata Iwan.

Keberhasilan ini juga tercermin dari kondisi kelistrikan yang tetap andal di wilayah Jawa bagian barat. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten Muhammad Joharifin menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kesiapsiagaan menyeluruh sejak awal masa siaga RAFI.

“PLN berhasil menjaga pasokan listrik tetap andal sejak malam takbir hingga pelaksanaan Salat Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat tanpa kendala,” ujar Joharifin.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya