Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI

RENCANA Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan total penambahan pembangkit listrik selama 1 dekade ke depan sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dalam jumlah itu, porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 76%. Namun, pemenuhan porsi EBT tersebut bukan tanpa tantangan.
EVP of Customer Experience and Exellence Service PT PLN (Persero) Wahyu Ahadi Rouzi mencontohkan, kantong-kantong EBT ini kondisinya tidak di posisi demand (permintaan). Menurutnya, demand yang ada saat sangat tersebar. Secara polarisasinya lebih terkonsentrasi di Jawa.
“Namun di Jawa potensi EBT sangat kecil,” kata Wahyu dalam rangkaian acara Kuliah Umum dan Talkshow dalam Rangka HUT ke-56 Media Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).
Saat ini, lanjutnya, PLN sudah membangun suatu transformasi untuk penyediaan listrik agar tidak lagi berdasarkan agregat nasional, tetapi betul-betul melihat sisi demand driven.
“RUPTL ini betul-betul fleksibel terutama untuk bisa memiliki azas keadilan sosial, dan tentunya bagaimana membangun implementasi dari smart grid yang bisa menaikkan penetrasi solar dan wind,” jelasnya.
RUPTL 2025-2034 dirancang pada posisi reserve margin (cadangan daya) minimalnya 30%. Tujuannya agar PLN tentunya bisa melistriki sampai ke seluruh pelosok.
“Reserve margin itu akan diset seluruhnya itu di atas 30%. Secara fluktuasinya itu ada yang sampai 70%. Seperti di Fak-Fak itu sampai 70%, di Jayapura itu ada 54%, Wamena ada 65%. Dengan kondisi inilah akan dipastikan bahwa kecukupan daya itu terdistribusi dengan baik di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam transisi energi ini, lanjutnya, pada lima tahun pertama porsi energi fosil memang akan lebih besar dibandingkan EBT.
“Konsentrasi daripada EBT-nya kita itu sangat tersebar. Sehingga kita butuh yang namanya green enabling super grid yang tentunya akan mengatasi mismatch daripada supply demand. Dan juga akan mengevakuasi EBT sampai tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi sampai Nusa Tenggara ke pusat-pusat demand,” jelasnya.
“Di sinilah yang menjadi kekuatan ataupun kepercayaan dari PLN, kita akan fokus bagaimana bisa melakukan distribusi kantong-kantong energi baru terbarukan yang bukan di pusat beban menuju ke pusat beban dengan menggunakan green enabling super grid,” pungkasnya.
Kuliah umum Media Indonesia turut didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ExxonMobil, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), PetroChina International Jabung Ltd, Harbour Energy, PT Energi Mega Persada (EMP), PT Pertamina EP, dan Medcom.id. (E-4)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan proses tender wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) harus dilakukan transparan tanpa praktik kongkalikong.
KEBIJAKAN hilirisasi di industri minerba masih memiliki beberapa hambatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved