Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PLN NTT Siaga Natal dan Tahun Baru, Daya Listrik Aman hingga 461 MW

Palce Amalo
16/12/2025 09:25
PLN NTT Siaga Natal dan Tahun Baru, Daya Listrik Aman hingga 461 MW
Ilustrasi(MI/PALCE AMALO)

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur memastikan kesiapan penuh menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. 

Dengan total daya mampu pasok mencapai 461,6 megawatt (MW) dan perkiraan beban puncak Natal sebesar 282,32 MW, kondisi sistem kelistrikan di NTT secara umum dinyatakan aman.

General Manager PT PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, mengatakan, PLN UIW NTT mengelola dua sistem kelistrikan utama, yakni Sistem Timor dan Sistem Flores. Kedua sistem tersebut memiliki total daya mampu pasok sekitar 350 MW dengan beban puncak mencapai 206,5 MW.

Selain itu, PLN juga mengoperasikan 67 sistem kelistrikan terpisah (isolated system) yang tersebar di berbagai wilayah NTT dengan total daya mampu pasok sebesar 111,36 MW. Dari jumlah tersebut, 63 unit berada dalam kondisi normal, sementara empat unit berstatus siaga, yakni daya masih mencukupi namun berpotensi terdampak apabila terjadi gangguan pada salah satu pembangkit.

“Dengan komposisi sistem tersebut, PLN memastikan pasokan listrik di NTT siap menopang kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Eko, Selasa (16/12).

Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, PLN UIW NTT menyiagakan 544 personel internal yang didukung sekitar 900 personel mitra kerja. Selain itu, PLN juga menyiapkan kendaraan operasional, material cadang, serta posko siaga di berbagai lokasi strategis guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan selama periode siaga.

PLN menetapkan 27 lokasi prioritas, 76 lokasi VVIP, serta 36 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh wilayah kerja UIW NTT. Seluruh lokasi tersebut mendapat pengawasan dan pengamanan khusus selama periode Natal dan Tahun Baru.

Eko menegaskan, seluruh unit pembangkit besar beroperasi penuh dan personel disiagakan 24 jam hingga 8 Januari 2026. Meski demikian, ia mengakui potensi gangguan tetap ada, terutama akibat faktor alam seperti hujan lebat, angin kencang, dan sambaran petir.

“Pemadaman sementara dalam kondisi tertentu bukan sesuatu yang diinginkan, tetapi diperlukan sebagai langkah pengamanan sistem. Prinsipnya sama seperti MCB di rumah yang memutus arus saat terjadi korsleting,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, PLN NTT mengajak puluhan wartawan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor-1 yang terletak di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UIW NTT, Otiswan Maromon, mengatakan Media Gathering ini juga menjadi sarana edukasi kepada media terkait kesiapan teknis PLN menghadapi periode natal dan tahun au.

Dalam kegiatan tersebut, wartawan diajak meninjau langsung operasional PLTU Timor-1, termasuk simulasi pengoperasian pembangkit dan sistem pengendalian emisi yang menunjukkan pembangkit beroperasi normal saat beban sistem stabil.

“Pemeliharaan jaringan yang dilakukan menjelang akhir tahun merupakan bagian dari persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru, agar pada hari besar kondisi jaringan sudah benar-benar siap,” kata Otiswan.

Otiswan menegaskan komitmen PLN NTT menjaga keandalan listrik di wilayah timur Indonesia agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya