Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap harapannya skenario terburuk yang dibayangkan berbagai pihak di Timur Tengah tidak terjadi, terutama setelah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan zionis Israel telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan.
Di hadapan para menteri dan pejabat negara pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden menekankan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak perang di kawasan Asia Barat, sekaligus mengkaji beberapa opsi penghematan.
"Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tetapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang," kata Prabowo.
Walaupun demikian, Presiden menyatakan Indonesia sejauh ini dalam kondisi yang relatif aman. Namun, Presiden mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada dan tidak lengah. "Walaupun merasa aman, tidak panik, kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek," ujar Presiden.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna hari ini, dampak perang antara Iran versus zionis Israel dan Amerika Serikat turut menjadi sorotan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang melaporkan langsung catatan masing-masing terkait isu tersebut dan dampaknya terhadap Indonesia.
Airlangga, saat memaparkan laporannya kepada Presiden, membuka kemungkinan defisit APBN dapat melampaui angka 3% manakala skenarionya perang berlangsung berlarut hingga lima bulan, enam bulan, dan 10 bulan.
Dalam skenario yang dibuat pemerintah, harga minyak mentah dunia diprediksi mencapai 90 dolar AS per barel jika perang berlangsung hingga lima bulan, kemudian 97 dolar AS per barel jika perang berlarut hingga enam bulan, dan 115 dolar AS per barel jika perang berlangsung selama 10 bulan.
"Kalau kita masukkan terhadap APBN kita Pak, yang sekarang, ini skenario pertama, ICP-nya di 86 (dolar AS per barel), kursnya di Rp17.000, Pak. APBN kita kursnya Rp16.500, kemudian dengan growth kita pertahankan Pak. Jadi, ini yang kita pertahankan growth di 5,3%. (Imbal hasil, red.) Surat Berharga Negara (SBN) angkanya lebih tinggi Pak, 6,8% maka defisitnya adalah 3,18%," kata Airlangga.
Kemudian, Airlangga melanjutkan dalam skenario moderat, yang artinya harga minyak 97 dolar AS per barel, kurs rupiah terhadap dolar AS Rp17.300, asumsi pertumbuhan ekonomi 5,2%, dan imbal hasil SBN 7,2%, maka defisit APBN diprediksi mencapai 3,53%.
"Nah, kemudian kalau skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah) 115 (dolar AS per barel), kurs rupiah kita Rp17.500, growth-nya 5,2, surat berharganya 7,2, defisitnya 4,06%," ujar Airlangga.
"Jadi, artinya dengan berbagai skenario ini, defisit yang 3% itu sulit kita pertahankan, kecuali kita mau memotong belanja dan memotong pertumbuhan, Pak Presiden," sambung Airlangga saat memaparkan laporannya kepada Presiden Prabowo. (Ant/P-3)
Peluncuran delapan butir transformasi budaya kerja nasional dinilai menjadi langkah awal pemerintah yang tepat dalam merespons tekanan global akibat konflik TImur Tengah.
Harga gas elpiji di Bangladesh melonjak 29% akibat krisis energi global dan konflik Timur Tengah. Pemerintah berlakukan langkah darurat penghematan energi.
Perang Timur Tengah mulai menekan sektor pertanian RI. IPB University memperingatkan ancaman lonjakan harga pupuk, logistik mahal, dan beban berat bagi petani kecil.
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
Gus Yahya juga menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang berkepanjangan dan semakin meluas.
Prabowo juga menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved