Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI energi global kembali diguncang oleh kabar penemuan cadangan minyak laut dalam yang signifikan di Teluk Meksiko. Sumur yang diberi kode EW 953 ini diprediksi bakal menjadi salah satu proyek terbesar di kawasan tersebut dan berpotensi memengaruhi dinamika pasar minyak mentah dunia.
Penemuan masif ini pertama kali diumumkan secara terbatas oleh Talos Energy, perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang fokus mengeksplorasi potensi tersembunyi di Teluk Meksiko. Sumur EW 953 terletak di kedalaman ekstrem, sekitar 19.000 kaki (5.800 meter) di bawah permukaan laut.
Berdasarkan data awal, sumur ini diperkirakan mampu menghasilkan antara 8.000 hingga 10.000 barel minyak per hari. Total cadangan yang dapat diangkut diprediksi mencapai 15 hingga 25 juta barel setara minyak, dengan estimasi nilai total mencapai US$1,89 miliar atau sekitar Rp29,6 triliun.
Proyek ini merupakan kolaborasi antarperusahaan besar. Walter Oil & Gas memegang saham mayoritas sebesar 56,7%, disusul oleh Talos Energy sebesar 33,3%, dan Gordy Oil Company dengan 10%. Rencananya, hasil produksi akan dialirkan ke platform South Timbalier 311 Megalodon.
"Kami sangat antusias dengan hasil sumur Ewing Bank 953. Properti batuan yang tercatat lebih baik dari perkiraan, yang kami yakini akan menghasilkan laju aliran awal yang kuat," ujar Joe Mills, Presiden Interim dan CEO Talos Energy.
Meski menjanjikan keuntungan finansial yang besar, proyek ini menghadapi tantangan teknik yang sangat kompleks karena kedalamannya yang ekstrem. Selain biaya operasional yang membengkak, risiko bencana lingkungan tetap menjadi momok yang membayangi.
Publik masih teringat jelas akan tragedi Deepwater Horizon pada tahun 2010, yang menumpahkan jutaan barel minyak mentah dan menghancurkan ekosistem laut. Meskipun teknologi dan protokol keselamatan telah berkembang pesat sejak saat itu, setiap pengeboran laut dalam yang baru tetap memicu kekhawatiran dari para aktivis lingkungan dan regulator.
Bagi investor, penemuan ini adalah kunci pertumbuhan finansial. Bagi ekonomi lokal, proyek ini menjanjikan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Namun, perjalanan menuju produksi penuh masih panjang. Snag teknis, negosiasi politik, atau kendala peralatan dapat menggeser lini masa produksi yang diperkirakan baru akan dimulai beberapa tahun mendatang.
Secara strategis, sumur yang beroperasi di lokasi krusial ini akan mengubah arah negosiasi energi di masa depan. Jika target produksi tercapai, sumur EW 953 tidak hanya akan menambah pasokan global, tetapi juga memperkuat posisi tawar Amerika Serikat dalam peta persaingan energi internasional. (Earth/Z-2)
The Associated Press (AP) dilarang Gedung Putih meliput di Oval Office, karena tetap menggunakan nama "Teluk Meksiko" alih-alih "Teluk Amerika".
Google Maps kini mencantumkan Teluk Meksiko sebagai "Teluk Amerika" bagi pengguna berbasis di AS, mengikuti perintah eksekutif Presiden Donald Trump.
Pada 9 Februari 2025, Presiden Donald J. Trump mengumumkan penetapan tanggal tersebut sebagai Hari Teluk Amerika melalui Proklamasi Presiden.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengirimkan surat kepada Google untuk memprotes untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika di Google Maps.
Keputusan Google untuk mematuhi perintah Presiden AS Donald Trump mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika menuai reaksi beragam di Meksiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved