Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Isyaratkan Ketegangan Iran Mereda

Thalatie K Yani
15/1/2026 09:44
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Isyaratkan Ketegangan Iran Mereda
Ilustrasi(freepik)

HARGA minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (15/1) setelah kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan di Iran mulai mereda. Penurunan ini dipicu pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengisyaratkan adanya deeskalasi di wilayah tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat anjlok sebesar 3,0% menjadi US$60,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent turun 2,93% ke level US$64,57 per barel. Tren negatif ini terjadi setelah Trump mengklaim telah menerima informasi bahwa tindakan keras terhadap pengunjuk rasa di Iran telah dihentikan.

Pasar Merespons Isyarat Damai

Dalam pengumuman mengejutkan di Gedung Putih, Presiden Trump menyatakan akan memantau situasi terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah militer yang sempat ia ancamkan sebelumnya.

"Mereka mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan dilakukan, seharusnya ada banyak eksekusi hari ini dan eksekusi itu tidak akan dilakukan, dan kita akan segera mengetahuinya," ujar Trump.

Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan akan membantu rakyat Iran menghadapi tindakan keras pemerintah setempat. Berdasarkan data kelompok hak asasi manusia, konflik tersebut diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 3.428 orang. Kekhawatiran akan terganggunya jalur pasokan akibat konflik sempat membuat harga minyak naik sekitar 1,5% pada hari Rabu (14/1).

Menghindari "Shock" Pasokan Global

Analis dari Capital.com, Kyle Rodda, menilai pernyataan Trump sangat krusial dalam menenangkan pasar energi yang sempat tegang.

"Harga minyak turun... dipicu komentar Presiden AS Donald Trump bahwa Iran akan menahan diri dari pembunuhan pengunjuk rasa lebih lanjut, yang mana ini meredakan kekhawatiran akan guncangan pasokan (supply shock) di pasar energi," jelas Rodda.

Meski demikian, situasi tetap dipantau secara ketat mengingat peran strategis Iran dalam industri minyak dunia. Analis dari grup keuangan MUFG, Michael Wan, mencatat bahwa Iran menyumbang sekitar tiga persen dari total produksi minyak global.

Wan menambahkan bahwa komentar terbaru Trump muncul di tengah langkah AS yang tetap waspada secara militer. "Pernyataan ini muncul bahkan ketika Amerika Serikat telah menempatkan kembali beberapa personel di Qatar dan pangkalan Amerika lainnya akibat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung serta kemungkinan ancaman Iran yang menargetkan lokasi-lokasi tersebut," pungkasnya. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya